Ajang Berkumpulnya Pencinta Sang Ikon Budaya

Ajang Berkumpulnya Pencinta Sang Ikon Budaya

  Selasa, 25 Oktober 2016 09:30
KLASIK: Festival Vespa Satu Jiwa untuk Khatulistiwa siap digelar. ISTIMEWA

Berita Terkait

Festival Akbar Vespa Kalbar

Kepopuleran vespa mulai tenggelam oleh desakan berbagai merk motor baru yang masuk ke Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Sebagai ikon budaya, kendaraan roda dua yang memiliki penggemar sendiri ini, berusaha dihidupkan kembali dalam sebuah festival vespa.

MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

SUARA derunya kini sudah tak semerdu dulu lagi. Pelahan mulai tergantikan. Terparkir di dalam garasi rumah. Terkunci rapat. Dipaksa untuk menyembunyikan pesonanya,” ujar Ketua Panitia Vespa Satu Jiwa untuk Khatulistiwa (VSJK), Ramdhani saat ditemui Pontianak Post, Minggu (23/10) lalu di markas VSJK.

Menurut pengamatannya, vespa dewasa ini tidak lagi memiliki tempat khusus di masyarakat. Kendaraan ini sangat mudah untuk disingkirkan dan diganti dengan kendaraan yang baru dan lebih bagus. Mereka yang masih mencintai kendaran ini mungkin masih menyimpannya di garasi mereka. Akan tetapi tak sedikit juga yang menjual vespa dalam keadaan yang mengenaskan bagi pencinta vespa. Bagian per bagian vespa dijual pada toko besi kiloan atau pembeli barang bekas.

Bermula dari kecintaan yang sama terhadap vespa dan dalam upaya menghindarkan vespa dari kepunahan, gerakan kepedulian Satu Jiwa berusaha menggelar sebuah festival otomotif yang dapat mengembalikan vespa ke jalanan. Lebih lanjut, ia mengatakan, festival ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat pada masyarakat melalui rentetan acara yang akan mereka dilaksanakan 29-30 Oktober mendatang Café Pontianak.

Bebeberapa kegiatan yang dapat terlaksana melalui partisipasi berbagai komunitas vespa yang ada di Kalimantan Barat dan bahkan dari luar Kalimantan itu puncaknya akan dilaksanakan bersamaan dengan memperingati HUT Kota Pontianak yang ke-245. Kegiatan itu murni dilaksanakan kegiatan yang bersifat hobi, bukan komersil. Setelah acara itu selesai, jika terdapat satu pemasukan dalam acara tersebut, dana itu akan didistribusikan kepada kegiatan sosial.

Acara puncak yang diusung dengan nama ‘Vespa Satu Jiwa untuk Khatulistiwa’ itu ialah kali kedua mereka melaksanakan even akbar vespa di Kalbar. Ketua Panitia acara tersebut, Ramdhani mengatakan, filosofi acara ini sebagai Satu Jiwa. Kebersamaan pada pencinta kendaraan roda dua khususnya vespa. Baik vespa klasik, standar atau modifikasi. “Secara langsung kami mengundang para pencinta vespa untuk datang dan bersama-sama mengembalikan vespa ke jalanan,” kata bapak berambut putih ini.

Wakil Ketua Panitia Vespa Satu Jiwa untuk Khatulistiwa, Agus Handi mengatakan, festival ini diselenggarakan untuk mengembalikan lagi animo dan semangat para pencinta vespa. Acara itu yang akan berisikan berbagai kegiatan seperti, kontes vespa, lomba desain logo, lomba lukis dan mewarnai anak-anak, dan kegiatan donor darah diusahakan dapat mengangkat kembali kecintaan pada vespa. “Masyarakat bisa datang dan menilai langsung bagaimana kegiatan vespa. Jangan hanya dinilai sebelah mata,” katanya kemarin.

Membawa mereka keluar dari tempat mereka selama ini bersembunyi. Tentu, acara ini juga akan menghidupkan kembali bengkel-bengkel atau toko aksesoris yang selama ini tutup karena popularitas vespa yang menurun. Acara ini diharapakan dapat berlanjut tiap tahunnya setelah dua tahun absen. Sehingga bisa merangkul komunitas-komunitas lain di Pontianak.

Semangat-semangat itu akan terus dibakar agar kendaraan klasik ini tetap memiliki tempat di hati di masyarakat oleh para pencintanya. “Kami mencoba mengembalikan vespa ke jalanan,” imbuhnya.

Kedepannya cita-cita yang ingin dibawa oleh Satu Jiwa ialah dengan mencari dan melestarikan kendaraan klasik yang ada di Kalbar. Sehingga mereka bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat dari daerah lain untuk datang berkunjung ke Kalbar. “Cita-cita itu sedang kami bangun melalui Satu Jiwa dan selanjutnya dapat berkembang dan selalu memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.(*)

Berita Terkait