Ajang ”Curhat” antar Pengusaha

Ajang ”Curhat” antar Pengusaha

  Selasa, 26 April 2016 08:52
ISTIMEWA DISKUSI: Komunitas Pontipreneur saat menggelar acara Kopi Darat, di salah satu cafe di Pontianak.

Berita Terkait

Pengusaha baru kini tak perlu lagi ragu lagi dalam memulai usahanya. Komunitas pengusaha dapat menjadi tempat untuk mendapatkan ide dan masukan dari para profesional sebelum memulai sebuah usaha. MIFTAHUL KHAIR, Pontianak

KESEMPATAN besar menjadi seorang pengusaha besar terbuka kepada setiap lapisan masyarakat yang ada di Kota Pontianak. Tak pandang jenis usaha atau pun besarnya modal. Mulus tidaknya sebuah usaha bergantung pada ide kreatif dan  kemauan besar dari sang pengusaha.

Pengusaha pemula yang tidak memiliki modal berupa pengetahuan bisnis biasanya akan mulai mencari referensinya melalui buku atau pun cerita langsung dari pengusaha besar. Namun dalam praktiknya, tak banyak pengusaha muda yang harus pontang panting di awal usahanya.

Pontianak Entrepreneur sendiri merupakan komunitas dan forum bisnis di Pontianak dan sekitarnya sebagai ajang silaturahmi, berbagi, mencari mitra bisnis, mentoring dan belajar bersama. A. Abdurrahman dan Eddy Setyawan, pendiri komunitas ini bertujuan membentuk sebuah wadah Alumni Entrepreneur University dan Alumni mentoring kelas lainnya Seperti, ELC (Entrepreneur Learning Class) dan ESCO (Entrepreneur Success Community). Alumni inkubator bisnis dari ELC.

Pengusaha pemula bisa mendapatkan ilmu bisnis praktis dari komunitas pengusaha mandiri yang ada di Pontianak. Para pengusaha muda dapat bergabung dengan sebuah komunitas dan mengkonsultasikan keluhannya untuk melanjutkan dan mengembangkan ide menjadi lebih besar. “Agar bisa saling interaksi dan membangun jaringan atau networking,“ ungkap Eddy.

Berdiri sejak 2013 lalu, tujuan awal komunitas memang untuk menyatukan alumni tersebut. Lambat laun, tujuan komunitas pun meluas kepada semua pelaku dan pembelajar bisnis di Pontianak dan sekitarnya. Forum Pontianak Entrepreneur ini memberikan wadah kepada warga Pontianak dan sekitarnya untuk saling berinteraksi dan bersinergi sehingga menciptakan banyak peluang bisnis baru atau bahkan menciptakan peluang lapangan pekerjaan.

Pada tahun 2010 hingga 2012, dunia entrepreneur di Kalbar khususnya di Kota Pontianak berkembang dengan pesat. Hal ini dikarenakan banyaknya para praktisi bisnis di Indonesia membuka kelas bisnis di kota ini sehingga memunculkan banyaknya komunitas bisnis.

Sayangnya komunitas bisnis itu berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya pendampingan yang berkelanjutan. Kondisi itu pun menjadi penyebab banyaknya para pebisnis pemula yang akhirnya bangkrut karena tidak mendapatkan bimbingan secara menyeluruh. Padahal banyak diantara mereka yang sebetulnya menjalankan bisnis yang memiliki prospek bagus.

Salah satu pendiri Komunitas Pontianak Entrepreneur, Eddy Setyawan, mengatakan kegiatan Pontipreuneur lebih menekankan pada bimbingan bisnis melalui diskusi terbuka dan pembelajaran kepada masing-masing mentor. Hal itu dikarenakan ada banyak bentuk bisnis yang dijalankan dari sektor industri, perdagangan hingga jasa. Permasalahan yang ditemui masing-masing usaha pun menjadi beraneka ragam.

Pembimbingan secara rutin dilakukan oleh Komunitas Pontipreuneur melalui diskusi-diskusi kecil yang mempertemukan anggotanya. Di sana mereka diberi materi kewirausahaan dari praktisi bisnis yang telah menjalankan bisnisnya di Kota Pontianak. Dengan acara “Kopdar” tersebut diharapkan dapat memberi motivasi dan tips kepada para anggota komunitas.

Sebagai seorang yang juga mempunyai usaha di bidang online, dia mengajak para pengusaha untuk tidak terlalu bergantung pada pemerintah. Dalam membuka usahanya, seorang pengusaha dapat memanfaatkan ide yang ada dan berbagi dengan para praktisi bisnis lainnya tanpa harus meminta pertolongan dengan pemerintah.

Para pelaku UMKM khususnya dapat berdiri sendiri dengan memanfaatkan komunitas sebagai tempat berkonsultasi. “Siapa tahu justru kita para pengusaha kecil yang membantu pemerintah,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait