Ajak Tujuh Perusahaan Perbaiki Jalan

Ajak Tujuh Perusahaan Perbaiki Jalan

  Sabtu, 19 March 2016 11:02
PERBAIKAN JALAN: Kepala Desa Kedondong dan Kepala Desa Mekar Utama diabadikan bersama jajaran Muspika Kendawangan, dengan perwakilan masing-masing perusahaan saat perbaikan jalan di Kecamatan Kendawangan. EFENDI YUSUF FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KENDAWANGAN – Sebanyak tujuh perusahaan yang beroperasi di dua desa di Kecamatan Kendawangan, yaitu Desa Kedondong dan Desa Mekar Utama, Kamis (17/3) lalu menurunkan beberapa unit alat berat dan dump truck. Mereka bersama-sama memperbaiki jalan yang rusak, pada titik antara Dusun Klukup Blantak di Desa Mekar Utama sampai Desa Kedondong, sejauh kurang lebih 5 kilometer.

Kepala Desa (Kades) Kedondong Kusmono didampingi Kades Mekar Utama Abi Mansur mengungkapkan bahwa ketujuh perusahaan dimaksud yakni PT KBAS (BGA Group), PT PAL/PSL, PT HKTI, PT HPAM, PT Cargill, dan PT Sinar Mas. Perusahaan-perusahaan tersebut, menurut mereka, telah menurunkan sejumlah alat berat mereka di antaranya dua unit exavator, dua unit greeader, dan satu compect, serta tujuh unit dump truck. Penurunan alat-alat tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan dalam pertemuan sebelumnya antara dua pemerintahan desa, bersama perusahaan yang beroperasi di wilayah kedua desa tersebut. Pertemuan itu sendiri telah berlangsung di Kantor Desa Kedondong, Senin (14/3) lalu.

Kades Kedondong Kusmono mengungkapkan bahwa perbaikan di ruas jalan tersebut sudah sangat mendesak. Menurutnya, banyak jalan yang sudah sedemikian rusak dan harus segera diperbaiki. “Untuk itu kami mengundang sejumlah perusahaan guna untuk membantu perbaikan jalan tersebut,” kata dia.

Hal yang sama disampaikan Kades Mekar Utama Abi Mansur. Dia menyayangkan lantaran sebelumnya kerusakan jalan tersebut dimanfaatkan oleh oknum warga, untuk mengambil keuntungan dengan membangun miting. Setidaknya, diungkapkan dia, ada enam miting di sepanjang ruas jalan tersebut, yakni tiga miting di wilayah Desa Mekar Utama dan tiga miting lainnya di Desa Kedondong.

Proses perbaikan jalan dengan menimbun tanah merah serta meratakannya dengan alat berat tersebut, selain disaksikan oleh dua kades berserta perangkat dan para pengurus BPD, juga dihadiri unsur Muspika Kendawangan dan perwakilan manajemen dari masing masing perusahaan. Yaspar, salah satu pengguna jalan saat melintasi jalan miting tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak pengambil kebijakan. Diakuinya, jalan yang selama ini dilaluinya tersebut sudah sangat rusak berat dan perlu perbaikan segera. Bahkan dia menilai wajar saja jika sejumlah warga kemudian mendirikan miting, guna membantu para pengguna jalan seperti mereka. “Bayangkan kalau tidak dibantu warga lewat miting mungkin motor saya sudah rusak karena tenggelam, karena rata-rata kedalaman air di ruas jalan ini hampir 1 meter,” ungkapnya.

Namun di sisi lain, diakui dia juga jika tarif jasa miting tersebut sangat membebani para pengguna jalan. Mereka harus rela merogoh kantong lebih, di mana sekali melintasi miting, harus membayar Rp2 ribu. “Ada enam miting di sepanjang jalan yang kami lewati, berarti harus bayar Rp12 ribu sekali jalan. Belum baliknya. Berarti kami harus menyediakan uang sebesar Rp24 ribu untuk perjalanan pulang balik di ruas jalan tersebut,” ungkapnya. (efy/ser)

Berita Terkait