Aisyah Mengadu ke Dinsos Kartu Sakti Tidak Cair

Aisyah Mengadu ke Dinsos Kartu Sakti Tidak Cair

  Jumat, 17 June 2016 09:46

Berita Terkait

PONTIANAK  - Aisyah, warga Gang Garuda 2, Jalan Imam Bonjol mendatangi Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pontianak. Ditemani keluarganya, dia mengadukan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) miliknya ditolak oleh Kantor Pos. Alasanya, kartu miliknya sudah tidak berfungsi lagi.

“Ndak tahu, waktu saya mau ambil, ndak dapat uangnya. Katanya sudah ganti kartu, warna merah,” kata Aisyah usai mengadu, Kamis (16/6). 

Wanita berusia 68 tahun ini mengaku bingung kenapa kartu saktinya tidak bisa mencairkan uang santunan. Padahal, tiga tahun berturut-turut sebelumnya, dia kerap mendapatkan jatah yang diterima dalam tiga bulan sekali. 

“Ndak ada kata Pak Pos. Ngape pula bise ndak dapat, yang lain bise dapat. Saya sendiri satu RT tak dapat,” ujarnya kesal.

Pernyataan Aisyah dibenarkan Hassanudin, ketua RT tempatnya tinggal, RT 01 RW 11 Gang Melayu Laut. Dia mengungkapkan, satu gang dengan Aisyah, ada enam warga lainnya yang mendapatkan santunan tersebut. Namun, entah kenapa, hanya Aisyah yang tidak mendapatkan jatahnya. Padahal, tahun-tahun sebelumnya dia rutin memperolehnya. 

“Katanya kartu ibu Aisyah lama, yang baru ada warna merah. Jadi kantor pos mengarahkan ke Dinsos,” sebut Hassanudin. 

Hassan mengaku kurang mengerti, apakah ada pengurangan atau pembaharuan data penerima santunan tersebut. Namun, selaku RT, dia membantu warganya untuk memperoleh haknya lagi. 

“Kurang mengerti. Kami komplain ke Dinsos, alasannya sini didata ulang, mudah-mudahan bisa keluar lagi, yang penting kartu ndak hilang. Hanya uang itu penghasilan Aisyah,” harapnya. 

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pontianak Aswin Djafar mengatakan, data penerima kartu jaminan sosial perlu disempurnakan. Kasus yang terjadi pada Aisyah, kata Aswin, bisa saja bukan hanya terjadi pada dirinya. 

“Nanti akan kami sisir, apa maslahnya,” tegas Aswin.

Bukan itu saja, tambah Aswin, dalam hari ini saja ada warga penerima kartu Indonesia pintar juga yang datang ke Dinsos dengan kasus yang sama. “Akan kami urus, terhadap pelayanan ini. Ini baru pertama kalinya. Tidak menutup kemungkinan, ada sejumlah kasus yang sama di luar sana,” kata Aswin.

Dia menginginkan, penyaluran dana jaminan sosial bukan di Kantor Pos, seperti yang sudah berjalan selama ini. Akan tetapi di Dinsosnakertrans. Tujuannya, agar bisa memastikan siapa yang masyarakat yang berhak menerima. 

“Kan pasti ada keluhan dari masyarakat. Itu kami tampung, bukan saja keluarga sejahtera, tapi semua kartu jaminan. Di Pontianak, ada 15 ribu kartu keluarga sejahtera yang menerima,” ungkapnya. (gus) 

Berita Terkait