Airin : Kini 'Leher' Pemkot Dipegangi Pemerintah Pusat

Airin : Kini 'Leher' Pemkot Dipegangi Pemerintah Pusat

  Senin, 24 Oktober 2016 10:05
Ketua Dewan Pengurus APEKSI Pusat, Airin Rachmi Diany saat melantik Ketua dan pengurus APEKSI Komwil V Regional Kalimantan terpilih periode 2016-2019, Senin (24/10).

Berita Terkait

PONTIANAK-Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) digelar di Kota Pontianak, Senin (24/10). Agenda ini membahas mengenai strategi percepatan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang inovatif untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. 

Berlangsung di Hotel Mercure, kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pengurus APEKSI Pusat, Airin Rachmi Diany. Menurutnya seluruh rumusan dari hasil kegiatan ini akan ditampung untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat. Baik ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau kementerian terkait lainnya. "Saya berharap seluruh wali kota yang hadir dapat memberikan masukan untuk merumuskan berbagai hal demi kemajuan kota masing-masing," ungkapnya.

Wali Kota Tanggerang Selatan ini juga sempat menyinggung terkait penyerahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke provinsi. Yang merupakan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. "Jika sebelum ada UU ini pemerintah kota seolah dipegangi pinggangnya oleh pusat, sekarang leher kita yang dipegang," ucapnya menganalogikan.

Airin mengatakan, APEKSI mendukung beberapa kota di Pulau Jawa yang telah menolak dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hal tersebut. Bukan berarti tidak mengindahkan keputusan pusat, namun ada beberapa pertimbangan mengingat pemerintah kota lah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. 

"Jangan sampai setelah pindah kewenangan justru kualitas pendidikan di SMA/SMK menurun, paling tidak harus sama bahkan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Airin sekaligus melantik Ketua APEKSI Komwil V Regional Kalimantan terpilih periode 2016-2019.(bar)

Berita Terkait