Air PDAM Cokelat

Air PDAM Cokelat

  Rabu, 11 May 2016 10:05
PDAM KOTOR: Warga menunjukan air dari PDAM yang berwarna cokelat. ISTIMEWA

Berita Terkait

MEMPAWAH- Untuk kesekian kalinya, pelanggan air bersih di Kota Mempawah menyesalkan pelayanan yang diberikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Kesal, pelanggan menyarankan agar nama PDAM diganti menjadi Perusahaan Daerah Air Coklat (PDAC).

“Sudah sejak kemarin, air bersih yang kami terima sangat buruk. Sudah bukan air bersih lagi, tetapi air lumpur,” sesal pelanggan PDAM, Yuni sembari menunjukan air PDAM yang mengalir kerumahnya, Selasa (10/5).

Ibu tiga anak ini mengaku tidak habis fikir dengan pelayanan yang diberikan PDAM Mempawah. Sebab, sudah sering dirinya mendapatkan distribusi air yang kualitasnya jauh dari kata layak.

“Kalau sudah seperti itu kondisinya (air lumpur) pasti tidak bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga. Terpaksa, saya harus menggunakan air hujan yang ada dipenampungan. Kalau tidak ada air hujan, maka saya pun bingung harus pakai air apa untuk sehari-hari,” tuturnya.

Padahal, sambung wanita berjilbab itu, air bersih sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Terutama untuk Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Termasuk pula untuk keperluan lain seperti berwudhu.

“Jangankan untuk MCK atau wudhu, ditampung kedalam bak mandi saja tidak bisa. Karena, lumpur dari air tersebut akan mengendap dan membuat isi bak mandi dipenuhi lumpur,” sebutnya.

Karenanya, dia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mempawah selaku owner PDAM dapat melakukan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Terutama membenahi management dengan menempatkan orang-orang profesional yang menguasai persoalan air bersih.

“Jika tetap saja tidak bisa diperbaiki kualitas pelayanannya. Ganti saja nama PDAM itu menjadi PDAC. Karena yang didapat pelanggan bukan air minum tetapi air coklat berlumpur,” cetusnya mengakhiri.(wah)  

Berita Terkait