Air di Hulu Sungai Kapuas Masih Layak Kosumsi , Mutu Menurun, Sosialisasi Pemurnian Limbah

Air di Hulu Sungai Kapuas Masih Layak Kosumsi , Mutu Menurun, Sosialisasi Pemurnian Limbah

  Sabtu, 16 January 2016 10:20
JERNIH: Sungai di Kapuas Hulu masih jernih, masih layak dikonsumsi. Meski belakangan di beberapa titik terjadi penurunan standar konsumsi. INTERNET/BLOK AUKM

Berita Terkait

Berdasarkan hasil survey kualitas air yang dilakukan KLH (kantor lingkungan hidup) Kapuas Hulu yang dilakukan setiap tahun. Air sungai Kapuas layak kosumsi dan tinggkat pencemaran masih sangat rendah. Mustaan, KAPUAS HULU

SETIDAKNYA ada empat lokasi pengambilan sampel yang dilakukan setiap tahunnya, yakni di Putussibau Selatan Nanga Erak, Jongkong, Danau Sentarum dan Kecamatan Silat Hilir di Silat Hilir.“Air sungai kapuas masih layak kosumsi, itu berdasarkan hasil survey yang kami lakukan setiap tahun,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Kapuas Hulu, Hondro ST, dikantornya Jumat (15/1) pagi kemarin. 

KLH secara rutin mengambilan sempel air Kapuas untuk uji laboratorium, setidaknya ada empat titik lokasi air yang diambil samplenya oleh tim survey KLH.Ke empat lokasi itu, ungkap Hondro yakni di kecamatan Putussibau Selatan di Nanga Erak, Kecamatan Jongkong di Jongkong, Kecamatan Selimbau di Danau Sentarum dan kecamatan Silat Hilir di Silat Hilir.

“Jika ada kelebihan dana, baru ambil sampel air di Kalis dan Mentebah. Sejauh ini kualitas air Kapuas masih layak konsumsi. Ini secara umum, bukan dititik-titik pencemaran," jelasnya.Pada penelitian sampel air melalui uji laboratorium, kata Hondro ada baku mutu yang ditentukan. Selama ini kualitas air Kapuas di Kapuas Hulu masih di bawah standar. Baku mutu itu berupa standar tertinggi kandungan logam, zat padat lumpur atau yang lain. “Dalam buku mutu tertera semua mengenai kandungan logam, zat pada lumpur atau bahan kimia lainnya yang berbahaya," ungkapnya.

Meski dibawah ambang baku mutu, menurut Hondro sungai Kapuas memang grafik mutu airnya menurun, dibandingkan tahu-tahun sebelumnya. Ini adalah dampak dari pertumbuhan penduduk sehingga ada pencemaran."Tidak hanya pertambangan ilegal, tapi banyak faktor lain yang bisa menurunkan kualitas air, namun secara umum air kapuas masih tetap layak kosumsi," bebernya lagi.

Hondoro mengatakan, untuk menanggulangi penurunan mutu air yang drastis, KLH menggencarkan melakukan sosialisasi dan imbauan. Tidak hanya pada pelaku pertambangan tanpa izin, tapi juga kepada pihak rumah sakit agar ada sistem pengolahan limbah yang baik. Termasuk rumah-rumah makan, juga diingatkan sebelum limbah mencapai ke sungai, limbah itu harus dilakukan pemurnian.

"Pemurnian limbah wajib. Kedepan akan digencarkan sosialisasi pemurnian limbah ini," tegasnya. KLH pernah memberikan bantuan beberapa pengolahan limbah pada rumah makan. Ada 6 set mesin pengolahan limbah.“Kami menghimbau masyarakat agar selalu menjaga kualitas air sungai Kapuas, jangan cemarinya dengan membuang sampah atau aktifitas pencemaran lainnya,"kata Hondro. (*)

Berita Terkait