Air Bersih Buat Desa Mantan dan Menapar

Air Bersih Buat Desa Mantan dan Menapar

  Sabtu, 15 Oktober 2016 09:50

Berita Terkait

DESA Mantan dan Menapar di Kecamatan Suhaid Kapuas Hulu kini telah bisa menikmati air bersih. Instalasi dibangun melalui program CSR PT Smart Tbk lewat anak usaha perkebunannya PT Kartika Prima Cipta (KPC)

PT Smart Tbk dalam memberikan CSR senantiasa menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Warga turut dilibatkan sebelum memutuskan. Begitu pula saat memberikan CSR di Desa Mantan dan Manapar. Penduduk kedua desa itu memerlukan air bersih. Sumber air  tersedia. Hanya saja belum ada instalasi untuk mengalirkan kepemukiman penduduk. Membangun instalasi air bersih, PT Smart tidak ingin setengah-setengah. Konsultan profesional digandeng. Lembaga Dian Desa yang disertakan. Pelibatan lembaga tersebut juga menjadi bagian PT Smart agar pemberdayaan masyarakat terbangun.

Sumber air di Bukit Dodol kini sudah bisa dinikmati masyarakat, yang letaknya sejauh lima kilometer dari Desa Mantan dan Menapar. Instalasi sudah terhubung ke tiap pemukiman penduduk. Sebanyak 75 rumah sudah tersambung air di Desa Mantan dan 95 rumah di Desa Manapar.

Menandai peresmian, Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir hadir dengan didampingi CEO PT Smart Tbk wilayah Kalimantan Barat, Susanto. Pengguntingan pita oleh ketua tim penggerak PKK Kapuas Hulu, Ny Erlina Wati Nasir menjadi simbolis instalasi air bersih difungsikan. PT Smart tidak hanya sebatas memberikan CSR. Namun masyarakat juga dilibatkan secara langsung dalam membangun instalasi air. Perencanaan, pembangunan hingga pemanfaatan semua berjalan dengan partisipasi masyarakat.

Perusahaan turut mendorong pemberdayaan di tengah masyarakat terbangun dengan adanya instalasi air bersih. Perusahaan sudah menyerahkan ke masyarakat, maka pengelolaan diberikan sepenuhnya kepada warga. Konsep yang digunakan yakni warga membuat kesepakatan dengan bermusyawarah. Keputusan yang dihasilkan menjadi kebijakan untuk dipatuhi semua warga, demi menjaga serta pemanfaatan air bersih.

Regional Controler Perkebunan PT Smart Semitau, Fahri Surya merinci dalam laporan kalau kesepakatan telah dibuat masyarakat. Dimana warga membuat kesepakatan kalau tiap bulan penggunaan air dikenai biaya pemakaian. Dengan perincian 1 meter kubik air pemakaian dibayar Rp1.000 dan dikenai biaya beban Rp5.000 tiap bulannya. Biaya pemakaian air tersebut merupakan dana cadangan buat pemeliharaan. Tapi semua pengelola adalah masyarakat, dengan membentuk organisasi. Perusahaan tidak lagi terlibat. Hanya mendorong agar ditengah masyarakat terbangun wadah untuk mengelola instalasi air. “Pengelolaan air bersih diorganisir masyarakat langsung,” katanya.

CEO PT Smart Tbk wilayah Kalimantan Barat, Susanto mengatakan, CSR yang diberikan kepada masyarakat merupakan wujud tanggung jawab serta kewajiban perusahaan. Pihaknya memberikan CSR sepenuhnya yang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pemanfaatan bernilai guna dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Karena itu, perusahaan membangun kemitraan dengan melibatkan masyarakat langsung. Masyarakat diajak turut andil dalam membangun instalasi air bersih. Dan pihaknya akan terus memberikan CSR untuk wilayah di sekitar perkebunan PT Smart Tbk. Ia menambahkan, bukan hanya CSR menjadi komitmen perusahaan. Kewajiban akan kebun plasma juga tidak perlu diragukan. Perusahaan senantiasa memberikan kepada masyarakat. Karena itu, berharap dengan masyarakat agar memberikan lahan buat dibangunkan kebun plasma. Kebun plasma, lanjutnya, merupakan aset bagi masyarakat. Hasil akan dinikmati untuk membangun kesejahteraan, dan semacam tabungan. Misal untuk biaya pendidikan anak.

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir menyambut baik atas pembangunan instalasi air bersih di Desa Mantan dan Manapar oleh PT Smart. Pemerintah merasa sangat terbantu. Pasalnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Perhatian yang diberikan perusahaan diharapkan terus berlanjut kepada masyarakat.

Ia turut berpesan kepada masyarakat instalasi air yang sudah dibangun agar dijaga dengan baik. Pengelolaan dengan model diorganisasi langsung masyarakat dianggap sebagai langkah bagus. Rasa memiliki bisa menjadi tumbuh. “Jaga fasilitas air bersih yang sudah dibangun,” katanya. (**)

NARASI DAN FOTO: SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait