Air Baku PDAM dari Sungai Jawi?

Air Baku PDAM dari Sungai Jawi?

  Minggu, 28 February 2016 09:09

Berita Terkait

PONTIANAK – Director Customers and Overseas Oasen, Jeroen Schmaal, memastikan jika Sungai Jawi dapat digunakan sebagai sumber air baku PDAM ketika musim kemarau atau ketika terjadi intrusi air laut. Hal itu berani dikatakannya, setelah dua utusan mereka dari Belanda memperoleh hasil penelitian terkait kelayakan sungai tersebut, yang dilakukan sejak 4 bulan lalu.

“Sungai Jawi dapat digunakan sebagai sumber air baku, tetapi memerlukan upaya besar untuk mewujudkan itu. Langkah yang mesti dilakukan adalah penggalian dan menempatkan bendungan di sungai,” katanya belum lama ini di Pontianak. Kedua peneliti yang diutus dari Wageningen University tersebut adalah Sverre dan Michael. Meski hasil tes penelitian memperlihatkan jika sungai yang membatasi Kecamatan Pontianak Kota dan Pontianak Barat tersebut dinyatakan dapat digunakan sebagai sumber air baku PDAM, namun ia akan melakukan penelitian lanjutan terkait hal itu.

Perwujudan Sungai Jawi sebagai sumber air baku PDAM, menurutnya, masih membutuhkan waktu hingga beberapa tahun ke depan. Pasalnya, dijelaskan dia, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti penelitian kualitatif, kuantitatif, penggalian, tender, serta beberapa pendukung agar mimpi tersebut terwujud. Pembicaraan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, diakui dia, sebenarnya sudah dilakukan pada 10 tahun silam, dengan fokus pengelolaan air.

Sementara itu, wali Kota (Wako) Pontianak, Sutarmdiji, menjelaskan jika pihak Oasen, perusahaan air minum dari Belanda telah meneliti Sungai Jawi sepanjang 6 kilometer (km), terkait kelayakan sungai sebagai sumber air baku PDAM ketika musim kemarau tiba. Hasil penelitian tersebut, menurut dia, menyatakan bahwa Sungai Jawi bisa jadi sumber air baku dengan kemampuan produksi 60 hingga 100 liter perdetik. Penelitian ini, lanjut Midji, sapaan karibnya, merupakan penelitian awal. Nanti, dipastikan dia jika pihak Oasen akan melakukan penelitian lanjutan pada bentang sungai sepanjang kurang lebih 20 km. “Saat ini Oasen baru lakukan peneltian sepanjang 6 kilometer,” kata Wako.

Dia yakin, PDAM bisa mengolah Sungai Jawi sebagai air baku musim kemarau, apabila dilakukan normalisasi, kemudian dibuat pintu air dan limbah di Sungai Jawi dapat dikurangi. “Kita akan sampaikan ke Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Mudah-mudahan Bapak Gubernur Kalbar bisa mengusulkan sebuah waduk air dari sejumlah waduk yang diprogramkan Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Oasen, diakui dia, sudah beberapa kali melakukan penelitian di Kota Pontianak. Sama seperti di Pontianak, dijelaskan Wako jika di Belanda juga terdapat beberapa wilayah gambut. Namun, dia menambahkan, wilayah gambut tidak layak dibangun waduk, sebab menelan biaya yang tidak sedikit. Dari penelitian itu, dia memandang jika wilayah yang layak dibangun waduk adalah daerah Punggur, di mana struktur tanahnya adalah tanah liat.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, sependapat jika sudah selayaknya kawasan Sungai Jawi dimanfaatkan untuk masyarakat Pontianak. Tidak hanya sebagai sumber air baku ketika musim kemarau saja, namun ia melihat Sungai Jawi memiliki potensi wisata air. “Dengan menata kawasan Sungai Jawi tentu menjadi rapi, terjaga kebersihannya. Saya rasa ini satu langkah positif. Butuh waktu untuk mewujudkan, dengan kerja sama dengan berbagai pihak saya yakin kesemua ini terwujud,” ujarnya yakin. (iza)

Berita Terkait