AIN Pontianak Inisiasi Pertemuan Pengelola Jurnal se-Kalbar

AIN Pontianak Inisiasi Pertemuan Pengelola Jurnal se-Kalbar

  Rabu, 11 January 2017 09:30

Berita Terkait

Dua Jurnal IAIN Terindek Direktori Jurnal Ilmiah Seluruh Dunia    

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Pontianak sebagai pusat pengelolaan jurnal kampus memiliki beberapa jurnal ilmiah yang telah terbit secara berkala. Baik dikelola LP2M sendiri, maupun masing-masing fakultas. Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan jurnal yang menjadi tugas LP2M terus menjadi perhatian, terlebih dikeluarkannya Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud terkait kewajiban publikasi karya ilmiah tertulis dalam bentuk online bagi semua jurnal ilmiah. 

Wakil Rektor III IAIN Pontianak, Dr Zaenuddin MA, MA. mengatakan, “Apa yang dilakukan IAIN Pontianak saat ini telah sejalan dengan instruksi dan kebijakan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Semua jurnal ilmiah yang ada sudah online, praktis akan banyak diakses. Jurnal online merupakan jurnal ilmiah berbentuk cetak yang ditransformasi ke teknologi informasi. Jurnal online bertujuan untuk kemudahan dan kenyamanan dan juga untuk merespons keterbukaan informasi agar karya ilmiah mudah diakses.” 

Zaenuddin menjelaskan, “Dari 6 jurnal yang ada di IAIN Pontianak, dua diantaranya sudah terindeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ). Seperti yang telah diketahui, DOAJ merupakan situs ilmiah yang memuat daftar direktori jurnal akses terbuka (open access) dari seluruh dunia. DOAJ pertama kali diluncurkan pada 2003 di Universitas Lund Swedia, lalu diambil alih pengelolaannya oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA) sejak Januari 2013”. 

DOAJ menjadi titik awal layanan referensi dan materi ilmiah yang bersifat open access. Visibilitas dan kemudahan akses jurnal ilmiah terbuka diharapkan dapat terangkat sehingga meningkatkan pemakaian dan dampak kegunaan jurnal ilmiah itu sendiri secara menyeluruh. Saat ini tercatat ada lebih 9000 judul jurnal terbuka yang terdaftar, berasal dari 130 negara dengan lebih dari 2,2 juta artikel ilmiah. Dari keseluruhan karya ilmiah tersebut terdapat lebih dari 41 ribu karya ilmiah yang berasal dari Indonesia.

Pencapaian indeksasi oleh DOAJ untuk Jurnal Al Albab dan Jurnal At-Turats adalah salah satu bukti bahwa pengelola jurnal IAIN Pontianak telah berjejaring dengan berbagai pihak. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mengirimkan salah satu anggota Tim Jurnal IAIN Pontianak untuk mengikuti Munas pertama Relawan Jurnal Indonesia (RJI) di Yogyakarta, yaitu Setia Purwadi yang merupakan admin Jurnal Al Albab. RJI adalah sebuah organisasi tempat berkumpulnya para pengelola dan aktivis jurnal ilmiah dari berbagai kampus/lembaga di Indonesia yang memiliki komitmen untuk mengembangkan jurnal ilmiah di Indonesia melalui saling membantu satu sama lain.

"Ya kami merasa gembira dengan masuknya Jurnal Al Albab dan Jurnal At-Turats di DOAJ dan ini tentu saja membuat kami merasa bangga atas kerja tim jurnal IAIN Pontianak. Konsekuensinya, LP2M khususnya sebagai tempat bernaung jurnal ilmiah IAIN Pontianak harus terus memperbaiki dan mengembangkan diri," tutup Zaenuddin.

Dalam upaya berbagi pengalaman, pada Selasa (10/1/2017) pengelola jurnal IAIN Pontianak menginisiasi pertemuan pengelola jurnal dan workshop pengenalan OJS yang terhimpun dalam Relawan Jurnal Indonesia wilayah Kalimantan Barat. Zaenuddin mengatakan berkumpulnya pengelola jurnal dalam RJI Korda Kal-Bar telah menjadi satu babak baru dalam usaha meningkatkan kualitas jurnal ilmiah                   di Kalimantan Barat. Diikuti oleh lebih dari 40 orang dari perwakilan 11 kampus yang ada di 4 (empat) Kabupaten/Kota. Kegiatan ini menjadi wadah yang strategis dalam rangka memfasilitasi para pengelola jurnal di Kal-Bar untuk saling membantu dan menginspirasi peningkatan kualitas jurnal ilmiah, utamanya dalam menyikapi kebijakan online dan OJS jurnal oleh DIKTI. (*/r)

Berita Terkait