Ai Xin Sehari Membagi Enam Kasih

Ai Xin Sehari Membagi Enam Kasih

  Senin, 13 November 2017 11:44

Berita Terkait

BANTU PASIEN & KELUARGA KURANG MAMPU

PERKUMPULAN sosial Wadah Himpun Kasih atau Ai Xin ini benar-benar menunjukkan komitmen dan eksistensi mereka dalam kasih kepedulian terhadap sesame.

Sabtu, 11 November 2017, tim sosial Ai Xin yang dipimpin  Gow Nguan Hui seleku ketua tim dengan anggota  Frendys Lu, Ciu Song Mong, Lim Tia Khui, Lau Lie Khiang, Lim Chiang Hai, Tan Kiam Chuan, Tan Lie Hun, Lim Gek Huang, Khou Kihok Miang, Bun Nun Tian dan ikut bergabung Suhadi SW dan istri.

Mereka masuki  sebuah gang kecil di daerah Gang Bungau, Jln Merdeka Timur Pontianak. Tiba  disebuah rumah kos sangat sederhana, tim Ai Xin menjumpai  Felinus, 37 th. Peria yang menderita sakit  tumor otak ini terbaring dalam keadaan setengah koma dan dijaga istrinya Yulita, 27 th.

Sesuai keterangan dokter, kondisi Felinus tidak mungkin ada kemajuan, walau di rawat di RS. Maka untuk menghindar utang yang telah  menumpuk di RS istrinya berinisiatip membawa Felinus keluar dari RSU Dr. Sudarso, dan tinggal di rumah kos ini.

Mengetahui mereka sangat membutuhkan biaya , untuk meringankan beban mereka, Ai Xin memberi  bantuan sebesar Rp5.000.000.yang diserahkan Suhadi SW kepada kepada Yulita. Dalam doa bersama Ai Xin berharap Tuhan mengurangi  penderitaan dan  menentukan yang terbaik untuk Felinus  (saat berita ini ditulis, kami dapat berita Felinus telah meninggal  beberapa jam lalu).

Tim Ai Xin lanjutkan tugas bagi kasih, mereka tiba di Jln Pattimura Dalam, dengan  berjalan kaki menelusuri gang kecil. Tim masuki sebuah gubuk sederhana tempat tinggal ibu Huang Ai Kiang, 66 th, janda yang sehari-hari kerja sebagai tukang cuci tempoler ini tinggal bersama seorang putra cacat permanen  berusia 32 tahun dan seorang nenek berusia 87 tahun yang lumpuh.

Mereka harus segera tinggalkan tempat ini, karena satu minggu lagi gubuk ini harus dibongkar oleh pemilik tanah. Mencermati kebutuhan  sangat mendesak bagi keluarga tuna wisma yang  prihatin  ini, Ai Xin memberi bantuan tunai sebesar Rp5.000.000.

“Terimalah kasih tulus dari Ai Xin ini, semoga bisa membantu  kesulitan yang tengah ibu yang hadapi saat ini. Ibu harus selalu sehat, karena mesti merawat seorang mama tua yang lumpuh dan anak yang cacat,” kata Gow Nguan Hui, ketua tim saat menyerahkan bantuan kepada ibu Huang Ai Kiang.

Setelah itu mobil tim sosial Ai Xin  meluncur ke RSU Dr Soedarso. Seperti biasa mereka lapor ke petugas RS tentang maksud kedatangan. Sesuai data survey yang ada tim AI Xin datangi ruang bangsal L, di ruangan  yang berisi 6 ranjang pasien ini, tim Ai Xin dengan santun  mendekati Hasma, 51 th. Pasien tumor perut dari keluarga kurang beruntung ini terbaring lemas sambil  di infus, dia dijaga kedua anaknya , Erlangga 25 th dan Nani 20 th. 

Sambil menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp5.000.000, sekretaris Ai XIn Frendys Lu berkata: ”Ibu dan adik-adik, kami dari Wadah Himpun Kasih atau Ai  Xin, mendapat info bahwa ibu tengah derita sakit serius dan butuh bantuan, izinkan kami turut meringankan beban kalian. Ini adakah kasih tulus dan bentuk kepedulian Ai XIn untuk saudara kami yang tengah tertimpah musibah.”

 “Terima kasih kepada Ai Xin, semoga kebaikan yang sangat luar biasa ini mandapat balasan dari Allah… “ sambut Erlangga , putra Ibu Hasma saat menerima sumbangan.

Pada ruangan yang sama Ai XIn mnyerahkan bantuan Rp.3.000.000.- kepada Lim Jiu Fung, 27 th, pasien keluarga kurang mampu yang menderita infeksi bagian otak. Kedua tangan wanita kurus ini diikat di tepi ranjang , untuk hindari gerakan berontak saat rasa sakit menyerang.Dia dijaga Lim A Meng, 35 th , yang sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang bekas, kondisi kesulitan ekonmi membuat pasien tanpa kartu BPJS ini tidak mampu nebus obat dari resep dokter.

Masih di ruang yang sama Ai XIn juga menyampaikan kasih kepada ibu Paulina ,42 th. pasien keluarga kurang mampu yang derita stroke akibat Hypertensi. di jaga bapak Ojeng, sang suami yang sehari-hari  bekerja sebagai kuli kasar.  Kondisi kesulitan terpancar jelas dari sinar mata Pak Ojeng saat Ai XIn mencari tahu tentang kondisinya. “Kami miliki 5 anak yang masih kecil-kecil, walaupun susah ,kami berusaha lewati hari dengan seadanya. Sekarang saya harus jaga istri di sini. tidak mungkin bisa kerja dan mana bisa ada duit.?.” tutur pak Ojeng penuh milu. Lihat kondisi nyata ini AI XIn memberi bantuan Rp.3.000.000.- kepada bapak Ojeng . Saat serahkan bantuan Ciu Song Mong, bendahara Ai Xin berkata : “ Terimalah kasih ini, jangan berkecil hati , ini adalah kasih dari Tuhan yang dititip lewat Ai XIn, semoga bisa meringankan beban bapak.”

Setelah itu tim Ai XIn melakukan doa bersama untuk kesembuhan semua pasien , dan mohon Tuhan memberi ketabahan untuk keluarga yang tengah hadapi cobaan , juga lindungilah  semua tenaga medis yang menjalani tugas mulia dalam melayani semua pasien.

Saat rombongan Ai XIn siap pamit dari RS, mendapat info bahwa seorang pasien bernama Silan dari kalangan  kurang mampu telah meninggal  tadi pagi. Namun pihak keluarga korban mengalami kesulitan keuangaan untuk mentransportasi jenazah almarhumah kembali  ke daerah asal.

Tim Ai Xin segera menindak lanjuti  info tersebut dengan keterangan  jelas dan lengkap di bagian administrasi kamar jenazah RS.

Terlihat seorang laki-laki yang berdiri kebingungan  di depan kamar jenazah. Humas tim sosial Ai XIn Tan Kiam Cuan  mendekat dan bertanya :”Selamat siang, siapa nama adik, apa hubungannya dengan ibu Sulan yang meninggal   ? ,.”

“ Nama saya Melokan, yang meninggal itu ibu saya, saya harus bawa jenazah ibu pulang ke kampung, di desa Sungai Garong, Kec. Nanga Mau , Kab. Sintang  tapi tak punyah uang.”.

Memperhatikan kenyataan ini, tim Ai Xin segera melapor kepada Ketua Harian Yo Nguan Cua, diputuskan Ai Xin memberi bantuan tunai sebesar Rp3.000.000 kepada Melokan.  ”Ini adalah kasih dari Ai XIn, semoga bisa membantuh melokan untuk mambawa ibumu ke kampung halaman.  Kami doakan  almarhumah  damai  dan tenang di sisiNya,”  kata Tan Kiam Chuan saat serahkan bantuan.

Kepedulian yang  peka dan penyampaian kasih dari Ai Xin ini sempat membuat Melokan yang ternampak dungu itu terkejut dan seolah-olah  tidak percaya. Dalam suasana terharu , dia hanya mampu tak putus-putus mengucapkan  terima kasih sambil meneteskan air mata.

Ai Xin adalah perkumpulan sosial yang bermoto: ”Kasih tiada batas”, dan selalu membantu mereka yang butuh dengan prinsip langsung, tepat, benar, jelas, selektif dan terbuka.  Kiprah dan bagi kasih yang jelas dan  nyata telah membuat Ai Xin semakin mendapat simpatik di hati masyarakat.** 

Berita Terkait