Ai Xin Bantu Melanda dan Dua Orang Sakit Kurang Mampu

Ai Xin Bantu Melanda dan Dua Orang Sakit Kurang Mampu

  Senin, 9 April 2018 12:26

Berita Terkait

Minggu (8/4),  Sesuai intruksi Ketua Umum Nio Ui Khiang, tim sosial Ai Xin yang dipimpin Sekretaris Umum Frendys Lu dan Ketua tim Gow Nguan Hui dengan anggota Lim Tia Khui, Lim Gek Huang, Khow Khiok Miang , Lau Lie Khiang, Lie Khun Seng dan Lie Ching Ching menjalankan tugas bagi kasih sesuai data di bagian pengelola info dan data pada sekretariat Ai XIn.

Tiba di RSU Antonius , setelah melapor dan minta izin pada petugas RS, mereka menuju ruang Fransiscus , ruang kelas 3  berisi 8 ranjang.  Mereka melihat Melanda , remaja usia  16 tahun yang alami luka parah karena senjata tajam saat mempertahankan HP nya  dalam peristiwa perampasan paksa  Sabtu (7/4) pagi di Jalan Siam Pontianak. Dia mengalami luka di kedua tangannya , 3 jari-jari tangan kira yang hampir putus dan luka sangat serius di lengan kanan.  Melanda yang telah selesai menjalani operasi terbaring lemas dengan infus di lengan dan dijaga oleh bibinya, Vina .

“Selamat siang , kami dari Wadah Himpun Kasih atau Ai XIn , kami turut prihatin atas musibah yang memimpa Melanda,” ungkap  Ketua Tim Sosial Ai Xin Gow Nguan Hui kepada Vina sambil menanyakan kondisi  kesehatan Melanda  dan keluarga mereka dengan santun.

“Kasihan anak ini,  saat usia 5 tahun mamanya meninggal, 3 tahun kemudian ayahnya menikah lagi, ketika adik tirinya masih dalam kandungan, ayahnya meninggal. Sejak itu Melanda tinggal di Siantan bersama kakeknya yang kini sudah tua, kehidupan sudah susah kini dapat musibah lagi.”

Vina menceritakan riwayat keponakannya sambil menangis , menurut Vina , di sekolah Melanda adalah murid yang berprestasi , namun  karena masalah ekonomi dia terpaksa putus sekolah di SMP kelas 2 tahun lalu, dan kini bekerja sebagai pembantu di penjual bakso, dia menabung untuk membeli sebuah HP bekas , saat dirampas dia berusaha mempertahankan HP kesayangannya, hingga mengalami  luka parah karena sabetan senjata tajam dari penjambret yang sadis. 

Mencermati kondisi yang prihatin ini , Ai XIn memberi kasih sebesar Rp.5.000.000.- kepada Melanda.  “Ini adalah kasih peduli tulus dari AI XIn, hubungilah kami jika ada keperluan mendesak. Melanda masih sangat muda dan harus tetap bersemangat, ini adalah cobaan yang akan buatmu semakin kuat ke depan.  Andai  Melanda ingin kembali bersekolah , kami siap bantu cari jalan”. Kata sekretaris tim sosial Lim Gek Huang saat serahkan bantuan. Kemudian mendapat respon langsung dari Ibu Khow Kiok Miang, sambil membelai kening Melanda ia  berkata : ”Jika Melanda serius ingin sekolah lagi, saya siap menjadi orang tua asuh kamu ” . kalimat kecil penuh kasih ini menyentuh hati Melanda, dia terhibur dan terharu sambil ucapkan terima kasih dengan iar mata yang terus mengalir.

Keluar dari RSU Antonius, dengan perjalanan sekitar 15 KM, berlanjut jalan kaki melewatii  sebuah jalan kecil ,tim Ai XIn masuk ke sebuah  gubuk di tengah kebun tua tak terawat  di daerah hulu Sungai Rengas , Kab. Kubu Raya. Bertujuan memberi kasih kepada  Cung Bui Kong , pria berusia 58 tahun yang terbaring di lantai dengan badan kurus kering, dia alami stroke berat  4 tahun lalu , seluruh anggota tubuhnya tidak bisa bergerak.  Ia dirawat dengan kondisi seadanya oleh Lie Sui Fa, istrinya yang juga  harus menjaga seorang putra mereka berusia 26 tahun yang cacat fisik dan mental .  Dengan rasa prihatin Ai XIn serahkan bantuan sebesar Rp.5.000.000.- kepada keluarga kurang beruntung ini.  Semua anggota tim membisu sedih menyaksikan kondisi kehidupan sangat memprihatin ini, lalu Frendys Lu memimpin doa bersama ,dalam doa mereka mohon  Tuhan Yang Maha Kasih mengurangi penderita  dan menentukan yang terbaik untuk Cung Bui Kong.  Saat pamit tim Ai XIn berikan No.HP agar bisa hubungi  jika ada keperluan mendesak.

Dalam waktu bersamaan tim lain yang dipimpin oleh Lie Siak Yang, Ketua Bid Sosial Ai Xin  juga tengah membagi kasih di Gang Teluk Betung Dalam, Keluarahan Siantan Hulu , Kec, Pontianak Utara. Di sini mereka memberi kasih sebesar Rp.3.000.000.- untuk ringankan beban keluarga Fransiska , gadis usia 15 tahun penderita sakit jantung  yang sesuai petunjuk medis harus segera berangkat untuk berobat intensif  ke Jakarta. **

 

 

 

 

Berita Terkait