Ahsan/Rian Berburu Poin

Ahsan/Rian Berburu Poin

  Senin, 9 January 2017 09:30
Mohammad Ahsan dan Rian Agung Saputro

Berita Terkait

Harus Rela Turun di Tiongkok IC

JAKARTA – Perjuangan pebulu tangkis Indonesia akan dimulai 10 Januari besok. Adalah Tiongkok International Challenge (IC) 2017 yang akan menjadi ajang pembuka bagi Mohammad Ahsan/Rian Agung Saputro. Keputusan untuk turun di ajang level ketiga itu dimaksudkan untuk bisa mendongkrak peringkat dunia keduanya.

Saat ini Ahsan/Rian berada di peringkat ke-116 hasil memperoleh poin dari dua turnamen di akhir 2016 lalu. Keduanya memang baru dipasangkan sebelum keputusan mundur Hendra Setiawan sebelumnya. Sebab, sebelumnya Ahsan berpasangan dengan Hendra termasuk di Jepag Open 2016.

Berpasangan dengan Rian, Ahsan hampir saja mendulang prestasi di Hongkong Open Super series 2016. Namun, keduanya hanya mentok di babak semifinal. Sebelumnya, mereka juga sempat tampil di Tiongkok Open Super series premier 2016. Sesuai rencana, Ahsan/Rian juga diproyeksikan tampil di tiga event berikutnya.

Antara lain, Malaysia Masters dan Thailand Masters Grand Prix Gold. Hal tersebut disampaikan Lius Pongoh, Kabid Pelatnas. "Mereka butuh poin untuk bisa main di All England," ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (8/1). Wajar, karena All England merupakan salah satu milestone yang dipatok PP PBSI di tahun ini.

Untuk itu, mereka juga harus dimainkan di turnamen selevel IC. Karena, yang terpenting saat ini adalah menambah pundi-pundi poin dunia mereka. Perjuangan tersebut sebenarnya bukan yang pertama kali buat keduanya. 

Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Rian juga sebelumnya berpartner dengan Angga Pratama ataupun Berry Angriawan. Demikian pula dengan Ahsan, sebelum berpasangan dengan Hendra, dia sempat bekerja sama dengan Bona Septano.

Masa transisi kali ini ibarat menjadi batu loncatan buat keduanya untuk mencapai prestasi terbaik berikutnya. Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia menjelaskan kalau kebijakan tersebut dilakukan semata untuk kepentingan mendongkrak posisi mereka di peringkat dunia. Selain itu, Herry IP berharap mereka bisa memecahkan telur gelar perdana di awal 2017.

Meskipun Ahsan kini sudah berusia 29 tahun, Herry melihat pemainnya masih bisa diandalkan hingga Asian Games 2018. ”Tetapi semua kembali ke dia, bagaimana dia mau berusaha berjuang dari titik awal bersama Rian,” terangnya.

Sementara itu, Herry IP juga menyiapkan pasangan ganda putra lainnya untuk bisa menjadi amunisi sepanjang tahun ini. Prinsip Herry adalah, bisa mengantarkan para pemainnya untuk bisa mendulang prestasi masing-masing. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi masih menjadi tumpuan tim pelatiih. ”Kalau pasangan yang satu gagal, yang lain saya harapkan bisa mengcover,” lanjutnya. (nap)

Berita Terkait