Adrianus: Modernisasi PKN Sesuai Tuntutan Zaman

Adrianus: Modernisasi PKN Sesuai Tuntutan Zaman

  Sabtu, 9 July 2016 12:54

Berita Terkait

KETUA  Ikatan Alumni Persekolahan Nyarumkop, Adrianus Asia Sidot mengungkapkan Persekolahan Nyarumkop adalah kawah candra dimuka umat Khatolik di Kalbar. Sekolah ini sudah menghasilkan kader-kader Khatolik diantaranya Uskup Agung Emiritus, Mgr H. Bumbun, Mgr Agustinus Agus yang kini Uskup Agung Pontianak, para pejabat baik tingkat provinsi maupun nasional, pengusaha sukses yang menyebar diberbagai belahan dunia.

Diuraikan Bupati Landak itu, tantangan ke depan memodernisasi PKN dan menjadi tujuan orang tua agar percaya anak-anaknya dididik di sini. Persekolahan ini perlu modernisasi sesuai tuntutan zaman. Gedung-gedungnya lebih tua dari pastor Sanding yang lebih 80 tahun, begitu juga perpustakaan, laboratorium dan kesejahteraan guru, bagaimana ke depan  sehingga guru-guru yang mengajar di sini merasa diperhatikan.

Salah satu alumni PKN,  Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus, alumni 1962-1969, mengakui kalau tidak ada sekolah ini mungkin dirinya bisa  menjadi uskup Agung, sehingga ke depan dirinya menyarankan agar persekolahan Nyarumkop  yang ramah lingkungan sehingga meminimalisir penggunaan air conditioner. Bentuk keseriusan Keuskupan Agung Pontianak dalam membangun PKN dengan mendatangkan tim riset Pendidikan KWI, sehingga ke depan bisa diketahui apa yang harus dilakukan untuk peningkatan mutu PKN. "Yang perlu ditingkatkan secara umum seperti tambahan guru bahasa Inggris yang berkualitas, adakan kembali ekstrakurikuler, perbaiki SOP, visi dan misi, tidak pilih kasih, tidak menerima tenaga pendidikan murahan, seleksi ketat tenaga pengajar dan pembina asrama, seleksi ketat peserta didik. Guru-guru mendampingi retret agar mengetahui permasalahan peserta didik. Perlu kerjasama sekolah dan asrama untuk meningkatkan akademik dan non akademik. Diharapkan membuka sekolah kejuruan. Mutu disesuaikan dengan perkembangan jaman. Tetap menanamkan nilai-nilai Khatolik sebagai identitas khas. Libatkan orang tua siswa dalam perencanaan kegiatan. Keringanan biaya sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu. Keuskupan berjanji akan membantu eksistensi PKN," pungkas Monsinyur Agus.** 

 

Berita Terkait