Adopsi Tim Rugbi All Blacks, Pemain Milan Kompak Menari Jelang Laga

Adopsi Tim Rugbi All Blacks, Pemain Milan Kompak Menari Jelang Laga

  Jumat, 22 April 2016 20:31
Skuat Milan memeragkan tarian Tekitanka. ACMilan.com

Berita Terkait

Ada pemandangan menarik jelang laga AC Milan melawan Carpi di Stadion San Siro, Jumat dini hari (22/4). Para penggawa Milan memeragakan tarian unik yang dipercaya sebagai penggugah semangat sekaligus berusaha membuat lawan ciut.

Bagi tim asuhan Cristian Brocchi, apa yang dilakukan itu merupakan hal baru. Pemandangan yang hadir di lapangan pun cukup membuat bingung fans Milan di Stadion San Siro, termasuk kubu lawan.

Pasalnya, tidak biasanya sebuah tim sepak bola melakukan ritus seperti itu. Apalagi, seluruh pemain yang masuk starting XI Milan begitu kompak dan rapi dalam  melakukan tarian tersebut.

Menariknya, saat disimak setiap detail gerakan, yang dilakukan skuat Milan hampir mirip dengan tarian Haka ala timnas rugbi Selandia Baru, atau yang akrab dengan julukan All Blacks. 

Akan tetapi, Milan melalui akun Twitter resminya, melabeli ritus tarian yang dilakukan Carlos Bacca dan kawan-kawan dengan sebutan Tekitanka, dengan nama terpampang di papan iklan bersama dengan hashtag di media sosial. Konon, gerakan itu dirancang sebagai taktik pemasaran untuk salah satu sponsor klub, Nivea.

Namun, muatan magis yang diharapkan hadir melalui gerakan Tekitanka nyatanya tidak muncul. Milan gagal memetik kemenangan atas Carpi meski bermain di depan pendukungnya sendiri. I Rossoneri gagal melanjutkan tren kemenangan yang diraih saat bertandang ke markas Sampdoria, dan cuma memetik hasil imbang 0-0 dari Carpi.

"Tim berusaha memainkan dan menggerakkan bola, saya rasa kami memiliki 75-80 persen penguasaan bila. Hal itu berarti kami menghadirkan kualitas, tapi kami gagal mengontrl pertandingan. Kekurangan kami hari ini adalah penyelesaian akhir. Kami menempatkan bola di dalam kotak penalti dan berusaha menciptakan peluang, tapi kehilangan determinasi dalam penyelesaian," bilang Brocchi dilansir Football-Italia.

Berbeda dengan All Blacks, yang memang sudah memiliki tradisi panjang dan makna mendalam dengan gerakan tari Haka. Bagi bangsa Maori atau orang-orang Polinesia yang mendiami Selandia Baru, Haka merupakan sebuah tarian jelang atau saat di medan perang.

Tarian tersebut memberikan arti mendalam guna persiapan fisik dan mental karena apapun bisa terjadi di sebuah pertempuran.

Tarian Haka pertama diterapkan di olahraga oleh tim rugbi Selandia Baru pada laga melawan Surrey pada Oktober 1888. Ketika itu, tim bernama New Zealand Native atau hanya bangsa Maori yang boleh ikut serta di dalamnya. (ira/JPG)

Berita Terkait