Adele Catat Sejarah Dunia Musik, Ketenaran Itu Mengerikan

Adele Catat Sejarah Dunia Musik, Ketenaran Itu Mengerikan

  Minggu, 29 November 2015 08:53
ROBYN BECK / AFP

Comeback Adele membawa sukses besar. Album ketiganya berjudul 25 yang baru dirilis langsung mencetak sejarah. Langkah ibu satu anak itu belum akan berhenti. Setelah hit single Hello, sederet judul siap merebut hati.

---

Adele memecahkan rekor baru industri musik. Pada minggu pertama setelah dirilis, album 25 terjual 800 ribu kopi di Inggris. Martin Talbot, kepala perusahaan Charts Company, menyebut angka tersebut sangat fantastis. ’’Belum pernah ada yang mencapai sebesar itu selama ini,’’ ujar Talbot.
Dikutip dari BBC, rekor sebelumnya dipegang band Oasis lewat album Be Here Now yang terjual 696 ribu kopi pada pekan pertama 1997. ’’Adele hanya perlu tiga hari untuk membukukan penjualan tersebut,’’ imbuh Talbot.
Di Amerika Serikat, penyanyi yang menghabiskan sepuluh tahun pertama usianya di kawasan miskin Tottenham, Inggris, itu juga meraup sukses besar. Diluncurkan pada Jumat lalu (20/11), 25 terjual lebih dari 2,43 juta kopi. Penjualan tersebut memecahkan rekor yang 15 tahun terakhir yang dicatatkan album No String Attached milik boyband N’Sync yang terjual 2,41 juta kopi.
Joey Fatone, personel N’Sync, mengatakan sebagai salah seorang yang membeli album fisik tersebut. Dia pun mengucapkan selamat atas rekor baru penyanyi bernama lengkap Adele Laurie Blue Adkins itu. ’’Dunia rekaman memang memasuki masa suram. Tetapi, dengan sentuhan teknologi dan model bisnis yang tepat, album fisik masih bisa sukses besar,’’ katanya sebagaimana dikutip Contact Music.
Personel lain, Lance Bass, dalam tweet-nya menulis, ’’Secara resmi, kami mengucap Bye Bye Bye karena Adele sudah Hello pada rekor album terbanyak minggu pertama. Selamat.’’
Album digital juga membuat catatan indah. Banyaknya pengunduh 25 mengantar Adele mengempaskan rekor yang dipegang Ed Sheeran. Tahun lalu album X milik Sheeran diunduh 95.709 kali. Sedangkan, 25 dalam beberapa hari sudah mencatatkan 252.423 unduhan.
Menurut David Bakula, senior analyst Nielsen, kesuksesan itu dicapai Adele karena lagu tersebut sesuai dengan selera penggemar. ’’Sebagian besar fans Adele adalah perempuan berusia 25–44 tahun. Mereka bisa jadi memiliki kisah yang sama dengan lagu-lagu mellow di album ini,’’ ujar Bakula.
Single Hello yang diluncurkan sebelum albumnya itu hingga saat ini memuncaki berbagai chart lagu di 85 negara. Di Inggris, Hello bertahan tiga minggu berturut-turut di tangga lagu. Popularitas juga dialami klipnya di YouTube. Klip dengan nuansa sephia itu mengalahkan Bad Blood milik Taylor Swift sebagai yang paling banyak ditonton 24 jam pertama.
Saat membuat 25, Adele belum berpikir untuk melaksanakan tur. ’’Saya lebih suka membuat lagu, keluar hanya sebentar saja ke publik, lalu kembali lagi ke kehidupan biasa sambil menyiapkan lagu baru lagi,’’ katanya, dikutip dari Rolling Stone.
Hanya melihat respons yang begitu besar ini, Adele akhirnya luluh. Dia mengumumkan jadwal tur –hanya untuk Eropa– yang dimulai pada 29 Februari mendatang di Irlandia. ’’Saya berharap bisa bertemu dengan kalian semua, para penggemarku. Sampai jumpa,’’ ujarnya dalam video promosi turnya.
Sepekan lalu Adele di AS. Dia menjadi bintang tamu sejumlah acara. Mulai The Tonight Show with Jimmy Fallon, lalu Saturday Night Live bareng Matthew McConaughey, hingga The Today Show. Di acara itu Adele memperkenalkan single-single lainnya. Misalnya, Million Years Ago dan When We Were Young yang tidak kalah mendayu.
Di tengah popularitas luar biasa itu, Adele masih tetap sosok perempuan yang rendah hati. Situs New York Times menulis, Adele jarang sekali menaikkan popularitas lewat media sosial. Pesona bintangnya murni lewat karyanya, bukan karena suka narsis.
’’Orang berpikir saya benci menjadi terkenal,’’ kata Adele. ’’Padahal, tidak. Saya hanya sangat ketakutan. Menjadi terkenal itu racun dan saya bisa terseret di dalamnya,’’ tambahnya.
Ketakutan itu muncul karena di awal karirnya dia bertemu dengan sejumlah penyanyi yang memiliki cerita buruk. Misalnya, mendiang Amy Winehouse. ’’Popularitas membuat hidup Amy terus memburuk dan itu menyedihkan,’’ ujarnya.
Menurut Adele, membiarkan diri terus-menerus menjadi spotlight akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan. ’’Level perhatian orang jika kita sudah seterkenal itu begitu mengerikan. Terlebih, orang yang tidak hidup di dunia hiburan,’’ ujarnya. (len/c4/ayi)