Ada Tiga TKA di Kebun Sawit

Ada Tiga TKA di Kebun Sawit

  Jumat, 20 May 2016 09:48

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Sebagai salah satu tujuan investasi, tentu daerah Kapuas Hulu banyak dilirik tenaga kerja asing (TKA). Untuk itu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kapuas Hulu memperketat pengawasan terhadap TKA yang ada disetiap perusahaan di Kapuas Hulu. 

Saat ini ditemukan tiga TKA masuk daerah ini, umumnya bekerja pada perusahaan perkebunan kelapa sawit. Subandi, Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kapuas Hulu, Rabu (18/5) siang mengatakan, sampai saat ini pihaknya mencatat ada tiga Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Kapuas Hulu. 

Ketiga WNA tersebut bekerja diperusahaan perkebunan kelapa sawit di Badau, Empanang dan Silat Hilir. 

"Mereka itu WNA dari Negara Malaysia dua orang dan satu orang lagi WNA Philipina," tuturnya. Untuk ketiga WNA yang bekerja ini, Subandi memastikan jika mereka bekerja secara resmi karena perusahaan ditempat mereka bekerja sudah mengurus surat perizinan, menggunakan tenaga asing (IMTA). 

Hingga dia mengaku, Dinsosnakertrans baru menemukan tiga orang asing saja yang bekerja di Kapuas Hulu dan pihaknya siap menindak tegas jika ditemukan TKA ilegal atau tidak memiliki izin.

Lanjut Subandi mengatakan, di Kapuas Hulu ini ada sekitar 100 lebih perusahaan, baik itu formal maun informal. Dari jumlah tersebut, sedikit ada 40-50 perusahaan yang sudah mereka awasi tenaga kerjanya. Artinya, masih ada separoh perusahaan yang belum mendapatkan pengawasan, terutama di dalam memperkerjakan TKA. Mesti sesuai prosedur yang berlaku dan wajib dipenuhi perusahaan.

Subandi mengaku dirinya sangat senang jika perusahaan ingin mempekerjakan warga asing. Bahkan dia mengaku siap membantu perusahaan tersebut dalam kepengurusan IMTAnya.

"Kami tidak akan pernah menghambat perusahaan tersebut, tapi harus memenuhi SOP nya," ujarnya. Bagaimana pun perusahaan tetap membutuhkan TKA karena TKA memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih baik.

Subandi menegaskan, masyarakat lokal tidak boleh anti WNA yang ingin bekerja di daerah ini. Untuk itu ia mengharapkan perusahaan yang mempekerjakan TKA yang habis masa kerjanya maupun tidak, segera melaporkan kepada Dinsosnakertrans.Tujuan adanya laporan TKA tersebut untuk mengetahui seberapa banyak tenaga kerja asing mentransferkan kemampuannya kepada tenagakerja lokal.(aan)

Berita Terkait