Ada Penurunan Semangat Berkurban

Ada Penurunan Semangat Berkurban

  Minggu, 11 September 2016 10:30
FOTO TIMBUL MUDJADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Syahrul Yadi, menyayangkan, terjadi penurunan semangat berkurban dari masyarakat pada tahun ini. Fakta tersebut diperoleh dia berdasarkan laporan terakhir yang sampai kepadanya, dari jumlah hewan kurban yang telah terjual. 

“Bisa jadi karena harga daging yang meningkat atau lain hal, masih belum diketahui sebabnya,” katanya, Sabtu (10/9) sore di Pontianak.

Data itu akan terus dipantaunya hingga puncaknya pada hari Iduladha, sebagai evaluasi. Harapan dia, pada tahun selanjutnya, semangat berkurban di masyarakat dapat semakin didorong. Data pastinya sendiri baru akan diperolehnya pada Selasa atau Rabu. Pada saat itu, diakui dia, baru dapat terdeteksi hingga penyebab naik atau turunnya angka tersebut.

Dia sendiri mengungkapkan telah berusaha mendorong masyarakat untuk berkurban. Di samping itu dia juga mengingatkan agar mereka yang berkurban menjaga agar hewan kurban tidak mengakibatkan sesuatu yang merugikan. 

“Karena dagingnya itu kan akan diberikan kepada masyarakat, jangan sampai mereka yang mendapatkan kerugian,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini mereka memang belum pernah turun langsung untuk mengakomodir berlangsungnya kurban. Pelaksanaannya sendiri, menurut dia, dipersilakan kepada masing-masing kabupaten/kota di Kalbar. Kemenag, dikatakan dia, hanya menjadi pengawas agar pelaksanaanya tetap berjalan sesuai dengan ajaran yang ditetapkan.

Setiap tahunnya ia hanya secara langsung mengingatkan kepada Kemenag di kabupaten/kota agar menganjurkan masyarakat, tetap menjaga kualitas hewan kurban. Dari segi kesehatannya, ditegaskan dia agar hewan kurban harus terus terjaga. Pengawasan tersebut, menurut dia, mulai dari peternakan hingga distribusinya kepada masyarakat. Paling tidak, diharapkan dia, ada jaminan yang bisa menjaga daging itu tetap sehat.

 

Beli yang Bersertifikasi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Abdul Manaf Mustafa, mengingatkan agar hewan kurban yang layak disembelih, lulus dari pemeriksaaan sejumlah aspek. Seperti, dimisalkan dia, pada kesehatan, di mana harus dipastikan sakit atau tidak. Biasanya, kata dia, penyakit kambing ada di bagian mulut dan telinga. Kemudian, dari aspek umur, diungkapkan dia juga, banyak ditemui belum layak syarat dewasa. “Syarat dewasa sapi 1,5 tahun, dan kambing 1 tahun sudah tampak gigi,” bebernya.

Manaf juga mengimbau kepada masyarakat, agar membeli hewan kurban yang sudah disertai dengan sertifikasi dari petugas. “Belilah hewan kurban yang sudah disertifikasi oleh petugas. Karena diberikan tanda, jadi kalau tidak ada tanda jangan beli. Ini tidak memenuhi unsur sebagai hewan korban. Kita harus berani tegas. Nah, kita juga minta kepada wali kota, yang (penjual hewan kurban) tidak mau diperiksa, tidak boleh berjualan, ini menyangkut kesehatan dan keselamatan orang. Dan termasuk memenuhi peryaratan agama,” katanya.

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan sidak ke beberapa penjual hewan kurban di Pontianak dan Kubu Raya beberapa waktu lalu. Ia menemukan sejumlah hewan kurban tak layak sembelih. Hewan kurban tak layak sembelih itu akan segera diminta mereka untuk ditarik dari peredaran, agar tidak terbeli oleh masyarakat.

Pihaknya juga telah mencatat stok sapi Iduladha sebanyak 23.565 ekor, sementara kambing di Kalbar mencapai 5.952 ekor. Dari stok tersebut dirasanya sangat cukup untuk memenuhi permintaan hewan kurban di Kalbar tahun ini. (mif/gus)

Berita Terkait