Ada Oknum Bantu Labora Kabur

Ada Oknum Bantu Labora Kabur

  Sabtu, 5 March 2016 10:06
KUNJUNGAN : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Yasonna H Laoly berkunjung ke Kantor Wilayah Kemenkum HAM Kalbar, Jumat (4/3). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mencurigai adanya oknum yang membantu kaburnya Labora Sitorus, polisi terpidana pembalakan liar dan pencucian uang saat akan dieksekusi dari Lapas Kelas IIB Sorong ke LP Cipinang.

"Saya curiga ada oknum yang membantu dia (Labora Sitorus) melarikan diri," ujar Yasonna H Laoly di sela-sela kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Menterian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Jumat (4/3) sore.

Menurut Yasonna, jauh hari sebelum dilaksanakan eksekusi dari Lapas Kelas IIB Sorong, Papua, ke LP Cipinang, pihaknya sudah menurunkan tim dibantu oleh TNI/Polri. Namun, lanjut Yasonna, pada saat akan dilakukan eksekusi, yang bersangkutan (Labora Sitorus) melarikan diri.

"Sejak 10 hari yang lalu kami telah menurunkan tim. Tapi dari pagi saat akan dilakukan eksekusi oleh ratusan personel, dia (Labora Sitorus) melarikan diri," jelasnya.

Atas kaburnya Labora Sitorus ini, kata Yasonna, pihaknya telah melaporkan ke Kapolri untuk segera mengambil langkah selanjutnya. "Saya sudah lapor ke Pak Wakapolri untuk segera mengambil langkah. Kita akan cari ke mana pun dia pergi. Terkait oknum kita selidiki," bebernya.

"Saya minta dia dinyatakan DPO. Sekarang rumahnya sedang di-police line. Keluarganya diperiksa dan istrinya juga sudah kita amankan," sambungnya.

Disinggung soal pencekalan atas Labora Sitorus, Yasonna mengatakan, Labora Sitorus merupakan narapidana, secara otomatis yang bersangkutan sudah tercekal. "Kita pastikan dia tidak kabur ke luar negeri," pungkasnya.

Aparat keamanan mengerahkan sedikitnya 600 orang personel gabungan saat menjemput Labora Sitorus di Tampa Garam, Sorong, Papua Barat, untuk dibawa ke Penjara Cipinang, Jakarta.

Labora sebelumnya keluar dari Lapas Sorong karena minta izin menjalani terapi metode oksigen di Rumah Sakit Raja Ampat karena mengalami stroke. Surat izin pun diberikan.

Namun karena Labora tak juga kembali ke Lapas, petugas pun dikirim untuk mengecek ke rumah sakit. Ternyata Labora sudah tidak ada di RS Raja Empat. Polisi dan tentara pun turun tangan untuk menangkap Labora.

Sejak 2013 lalu, nama Aiptu Labora Sitorus mendadak terkenal setelah masuk dalam daftar polisi pemilik rekening gendut. Tidak tanggung-tanggung, polisi yang bertugas di Sorong, Papua Barat, itu memiliki uang Rp 1,5 triliun di rekeningnya.

Aiptu Labora Sitorus adalah anak kedua dari pasangan Sitorus dan Br Pasaribu yang lahir 52 tahun silam. Ketika kecil, Labora tinggal di Desa Sei Bamban, Sergai, Sumatera Utara.

Labora kecil juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan cerdas. Baru setelah ayahnya meninggal dan lulus dari SMA Sergai, Labora diajak sang paman ke Sorong, tahun 1981. Nah, dua tahun setelahnya Labora mengikuti seleksi masuk polisi di Papua.

Setelah itu, Labora mulai 'nyambi' berbisnis di Papua. Menurut data penyidikan Polda Papua, Aiptu Labora mempunyai dua perusahaan utama, yakni pengolahan kayu dan perusahaan penyuplai BBM. Salah satu perusahaannya, PT Rotua juga menjadi topik hangat setelah ikut terserat dalam kasus rekening gendut Labora. Sejak berhasil ditangkap beberapa waktu lalu, Aiptu Labora diduga terlibat banyak kasus, seperti illegal logging, pencucian uang, hingga bisnis BBM ilegal. (arf)

Berita Terkait