Ada Lumba-Lumba Terdampar di Pulau Datok

Ada Lumba-Lumba Terdampar di Pulau Datok

  Kamis, 15 September 2016 09:30
LUMBA-LUMBA: Bangkai lumba-lumba yang terdampar di Pantai Pulau Datok Sukadana, ditemukan oleh warga, Rabu (14/9). Mamalia laut tersebut semula ditemukan hidup, namun dalam kondisi kritis.

Berita Terkait

SUKADANA – Sejumlah warga digemparkan atas ditemukannya lumba-lumba yang terdampar di Pantai Pulau Datok Sukadana, Rabu (14/9) pagi. Semula, mamalia laut tersebut ditemukan dalam kondis masih hidup. Namun beberapa saat kemudian, hewan malang tersebut tidak dapat tertolong lantaran mengalami luka yang cukup parah. 

 
Sementara itu, setelah dipastikan mati, lumba-lumba tersebut langsung dikubur di sekitar Pantai Pulau Datok oleh warga. Penguburan tersebut disaksikan oleh perwakilan Polsek Sukadana.

Mengenai hal ini, salah satu warga yang tinggal di sekitar Pantai Pulau Datok, Dedi Haryanto, menceritakan, awalnya dirinya melihat dari kejauhan seperti kayu yang tersangkut di pantai. Namun timbul kecurigaan dia untuk melihat lebih dekat lagi. Ternyata benda yang tadinya disangka dia kayu itu adalah seekor lumba-lumba yang terdampar.

"Ikan lumba-lumba itu awalnya masih hidup. Namun beberapa saat kemudian, kurang lebih setengah jam, ikan itu mati. Ternyata saat ditarik ke pinggir, terdapat luka dibagian kepala sebelah kanan, tepat di atas mata," terangnya.

Untuk luka yang terdapat di bagian kepala itu, dia tidak mengetahui secara pasti, apakah bekas gigitan atau terkena benda tumpul. "Melihat kondisinya sudah mati, saya pun bersama warga lainnya sepakat untuk menguburnya. Saat mengubur pun disaksikan oleh pihak kepolisian setempat," ungkapnya.

Terpisah Kepala Resor Sukadana dan Cagar Alam Kepulauan Karimata, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, Urai Iskandar, membenarkan informasi mengenai penemuan seekor  lumba-lumba yang terdampar di Pantai Pulau Datok. "Iya, memang benar ada ditemukan lumba-lumba di Pantai Pulau Datok. Namun setelah kami menerima adanya informasi mengenai hal tersebut, telah dikubur oleh warga," terangnya di Sukadana.

Sementara itu, mengenai hal ini, dirinya mengimbau sebaiknya warga dapat segera menghubungi pihak BKSDA Resor Sukadana, yang terdapat di Jalan Tanah Merah, Sukadana, jika kembali menemukan hal serupa.

"Kalau untuk lumba-lumba memang pernah ada terlihat di perairan Kabupaten Kayong Utara. Tepatnya di Kepulauan Karimata. Untuk lumba-lumba tersebut jenis hewan yang dilindungi. Dan jika memang ada pihak yang sengaja melukainya, atau menagkapnya, akan dikenakan tindak pidana. Sesuai dengan undang-undang yang berlaku," sambungnya.

Untuk lumba-lumba yang ditemukan oleh warga dan kini telah dikubur, jika memang sangat diperlukan untuk melakukan identifikasi, dikatakan dia, tidak menutup kemugkinan akan dilakukan pembongkaran kuburannya. Tentunya, menurut dia, melalui pihak terkait, salah satunya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Seperti yang kita ketahui bahwa lumba-lumba yang terdapat di dunia memiliki 40 jenis. Namun untuk di Indonesia sendiri hanya terdapat 16 jenis. Dan itu yang perlu diidentifikasi," tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait