Ada Dua Korban Rabies Meninggal

Ada Dua Korban Rabies Meninggal

  Rabu, 10 Agustus 2016 10:22
KORBAN RABIES: Warga Nanga Suhaid, Wan Bahtiar saat dirawat rumah sakit. MUSTA’AN /PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Lama tidak terdengar, rabies kembali menyerang warga, kali ini dialami oleh Wan Bahtiar warga Nanga Suhaid. Dia digigit anjing yang tertular rabies 15 Juni di Desa Lamedak Semitau dan meninggal dunia baru-baru ini.

 
Selain Bahtiar, juga ada dua korban lainnya yang juga diduga telah digigit anjing rabies, kedua korban yang masih dirawat ini semua warga kecamatan Seberuang.

Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu, Harisson, Selasa (9/8) siang menjelaskan. Korban meninggal dunia akibat tertular rabies pertama pada bulan januari 2015 dan yang terbaru ini Wan Bahtiar warga Nanga Suhaid yang meninggal di rumah sakit Sintang.

“Wan Bahtiar digigit anjing tanggal 15 Juni di Desa Lamedak Semitau. Saat korban digigit, tak melapor pada petugas kesehatan,” terangnya.

Kemudian, sabung Harisson lagi, pada tanggal 30 Juni Wan Bahtiar dilarikan ke Puskesmas Semitau dengan keluhan sakit dada dan sesak nafas. Dan pada tanggal 2 Agustus ia dirawat di rumah sakit Sintang, tidak lama setelah itu korban meninggal. Selain Wan Bahtiar, adalagi korban yakni Lutvia Erlina berusia 36 tahun warga Sejiram, dia itu digigit dibagian betis sebelah kanan, sembilan hari lalu.

Karena daerah Suhaid lebih dekat ke kabupaten Sintang, maka korban dirujuk ke rumah sakit Sintang dan hingga kini masih dalam perawatan. Kasus ketiga yakni Jaipon 14 tahun, juga warga Sejiram, ia digigit anjing pada kaki sebelah kiri.

“Korban masih dalam penanganan petugas medis,” tuturnya. Untuk kasus meninggalnya Wan Bahtiar ini, Harisson mengaku anakbuahnya sudahturun keLamedak.

Tidakhanya Dinas Ksehetan, Dinas Pertanian tamaman pangan dan Peternakan Kapuas Hulu juga turun.

"Disana kami melakukan penyuluhan dan pengobatan," tuturnya. Harisson menjelaskan saat ini kasus Rabies di Kapuas Hulu statusnya masih Kejadian Luar Biasa (KLB) dari tahun 2015 hingga sekarang. Untuk jumlah kasus gigitan anjing yang ditangani sudah mencapai 193 kasus ditahun 2015.

Dan pada tahun 2016 ini ditemukan  52 kasus sampai 7 Agustus ini. "Total yang kami tangani ada 245 kasus gigitan dengan dua orang meninggal," ucapnya. Harisson mengaku pihaknya kewalahan menangani rabies. Itu dikarenakan tidak adanya memiliki vaksin. "Vaksin kami kosong, kami sudah minta ke Provinsi, tapi sampai hari ini vaksi yang kami minta belum sampai ke kapuas hulu" ucapnya.

Sebelumnya kata dia lagi, jumlah VAR yang mereka terima berjumlah 890, semuanya sudah habis digunakan. Sementara itu, Maryatiningsih Kabid Peternakkan Dinas Pertanian Peternakan Tanaman Pangan Kapuas Hulu mengungkapkan jika kasus gigitan anjing atau rabies kembali mewabah. "Ada warga Lamedak Semitau digigit anjing, dia terlambat memberikan informasi ke Puskesmas,”jelasnya.

Kemudian, kata Maryati, satu kasus lagi ditemukan yakni di Desa Tagau Mada Kecamatan Sejiram, korbannya ibu rumah tangga bernama Lutvia Erlina digigit pada 31 Juli. Tiga hari yang lalu korban baru melapor kepada petugas.

"Kondisi sekarang muntah-muntah dan pusing. Dia kemarin sudah berangkat ke Sintang. Jadi kami belum tahu kondisinya saat ini, mudah-mudah ia sembuh," ucapnya.

Sementara untuk, Jaipon, juga warga Sejiram, ia digigit anjing tiga hari yang lalu, baru melapor tadi malam (Senin (8/8) malam).

"Kami sudah turun mengecek sekaligus sosialisasi kesana," tuturnya. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya gigitan anjing lagi, pihaknya bersama dinas kesehatan turun ke lokasi.

“Untuk vaksin hewan tidak ada masalah, ada bantuan 5.000 vaksin,” terangnya.(aan)

Berita Terkait