Ada Bayi di Kebun Tebu, Usai Dilahirkan Langsung Dibuang

Ada Bayi di Kebun Tebu, Usai Dilahirkan Langsung Dibuang

  Minggu, 20 December 2015 13:40
SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SANGGAU – Warga di Komplek Perumahan Bina Marga di Projal, Kota Sanggau, mendadak heboh, Sabtu (19/12) pagi. Seorang bayi laki-laki tanpa busana ditemukan di kebun tebu, tepat tidak jauh dari kediaman Heru, warga setempat. Bayi dengan berat 2,9 kilogram itu kali pertama ditemukan Herlina, juga warga setempat.

Dari keterangan yang disampaikan Herlina, dia menemukan bayi itu sekira pukul 07.00 WIB, tepat di semak-semak kebun tebu di belakang rumah Heru. Saat itu, diakui dia jika bayi tersebut tidak diberi pakaian dan tergeletak begitu saja di semak-semak. Akibatnya, beberapa bagian tubuh bayi itu mengalami luka lecet yang diduga terkena rumput dan daun tebu.

Kepolisian Resor (Polres) Sanggau menduga bayi tersebut dibuang oleh ibunya yang belakangan diketahui berinisial EPD, 18 tahun, pada pagi hari sekira pukul 05.00 WIB. Dari hasil pengembangan mereka, diketahui bayi tersebut baru saja dilahirkan secara normal pada subuh hari di rumah tempat tinggal ibunya. Usai sang bayi lahir, kepolisian menduga jika sang ibu kemudian membuang sang bayi ke kebun tebu tidak jauh dari rumahnya.

Polisi yang mendapat informasi saat itu pun langsung bergegas ke lokasi penemuan. Dari lokasi itu, ternyata benar ditemukan bayi laki-laki dalam kondisi sehat dan masih terdapat bercak darah akibat proses persalinan. Polisi kemudian menelusuri sekitar lokasi, di mana ditemukan sejumlah bercak darah yang diduga dari sang ibu yang berjalan saat akan membuang bayinya itu.

Bercak darah tersebut sampai pada sebuah rumah, tidak jauh dari lokasi penemuan. Di rumah tersebut polisi menjumpai seorang perempuan 18 tahun. Polisi mencurigai bahwa perempuan tersebut adalah ibu dari si bayi malang tersebut. Setelah beberapa waktu melakukan interogasi, ternyata benar bahwa perempuan tersebut adalah ibu dari si bayi.

Untuk penanganan awal, polisi kemudian mengambil tindakan dengan membawa ibu dan bayi yang sudah diberi kain itu ke RSUD Sanggau, untuk diberikan perawatan medis sebagaimana mestinya. Untuk sementara waktu, keduanya ditangani oleh RSUD Sanggau.

“Jadi penemuan bayi itu di komplek perumahan di Projal. Bayinya berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan sehat. Hanya beberapa terdapat luka lecet karena saat dibuang di semak-semak, bayi itu tidak diberikan pakaian,” ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminan (Kasatreskrim) Polres Sanggau, AKP Yudhi Yustisia Saroja, Sabtu (19/12) di Sanggau.

Dari beberapa informasi yang didapatkan harian ini, belakangan diketahui bahwa ibu si bayi masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Sanggau. Bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan gelap dengan kekasihnya yang diketahui berinisial CN, 21.

Tidak berselang lama, Sabtu siang sekira pukul 13.30 WIB, kepolisian menangkap seorang laki-laki berinisial CN di rumahnya, masih di daerah Kota Sanggau. CN diduga sebagai kekasih dari EPD dan sekaligus sebagai bapak dari bayi tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, CN kini ditahan di Mapolres Sanggau.

Saat ditemui wartawan, CN mengaku bahwa dia memang sudah menjalin kasih dengan EPD sejak SMP sampai sekarang. Dua pekan sebelum EPD melahirkan si bayi, dia sempat bertanya atas perubahan fisik kekasihnya itu. Namun, kekasihnya itu menjawab bahwa dia minum vitamin untuk menaikkan berat badannya. “Kata dia minum vitamin. Karena memang dua pekan sebelum dia melahirkan kami pernah berhubungan intim,” ujarnya mengakui.

CN juga mengakui sejak berpacaran sejak SMP sampai sekarang, dirinya dan EPD kerap melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Mirisnya, berdasarkan pengakuan dia, hubungan badan itu dilakukan di rumah si perempuan. “Sudah tidak terhitung lagi berapa kali kami melakukan hubungan badan selama pacaran,” kata dia ditemui di Mapolres Sanggau.

Diketahui bahwa EPD kerap ditinggal sendirian di rumah karena orang tuanya pergi bekerja. Situasi itu rupanya menjadi kesempatan bagi pasangan muda mudi ini untuk menyalurkan nafsu birahinya. “Iya lebih banyak dirumahnya (EPD, Red) kami melakukan hubungan badan. Karena orang tuanya kan jarang di rumah,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, CN mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk menikasi EPD dan juga merawat anak hasil hubungan cinta mereka. “Kalau itu anak saya, saya akan tanggung jawab,” janjinya. (sgg)

Berita Terkait