Acara Adat Bayar Niat Bupati Terpilih, Masa Transisi, Tak Ada Perombakan SKPD

Acara Adat Bayar Niat Bupati Terpilih, Masa Transisi, Tak Ada Perombakan SKPD

  Sabtu, 6 February 2016 10:04
DISAMBUT: Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan SH, bersama Penjabat Bupati Ketapang Kartius SH MSi dan Ketua DAD Provinsi Kalbar Drs Yakobus Kumis, disambut kedatangannya saat menghadiri prosesi bayar niat di Rumah Adat Hulu Sungai, kemarin (5/2). ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan SH, memastikan tidak akan ada perombakan di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Ketapang dalam waktu dekat ini. Di masa transisi ini pihaknya sedang melakukan padu serasi, untuk menyesuaikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan unsur SKPD Kabupaten Ketapang.

Hal tersebut ditegaskan Martin dalam sambutan pada acara adat bayar niat di Rumah Adat Hulu Sungai Jalan GM Saunan Ketapang, Jumat (5/2). Acara ini sendiri dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Ketapang Kartius SH MH, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalbar Drs Yakobus Kumis, jajaran DAD Kabupaten Ketapang beserta jajarannya, Raja Ulu Aik P Singa Bansa, para tokoh adat, demong, serta dukun.

"Tidak ada ganti-mengganti atau jatuh-menjatuhkan, itu bukan tipe saya," kata mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut. Martin menyatakan jika acara adat bayar niat yang dilaksanakan tersebut, merupakan kearifan lokal yang terus dijaga keberadaannya. Ke depan dia berencana membuat perkampungan budaya yang bersatu dalam keharmonisan. "Nanti dalam perkampungan budaya tersebut ada rumah adat Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa dan etnis lain," janji mantan Ketua DAD Kabupaten Ketapang tersebut.

Ke depan dia menyatakan untuk peningkatan mutu sumber daya manusia dan aparatur pemerintahan, mereka akan menyekolahkan kader-kader yang berpotensi. Mereka juga akan memberikan beasiswa bagi mereka yang berprestasi, tetapi kurang mampu.

Dalam rangka efisiensi anggaran, dia juga akan menginstruksikan untuk melakukan inventarisasi aset-aset daerah yang ada. Karena, menurutnya, banyak aset Pemkab berupa tanah yang belum memiliki bukti hak kepemilikan, sehingga banyak diklaim masyarakat dan oknum tertentu. "Saya pernah berkunjung ke kecamatan (yang) ada banguan sekolah, tetapi belum ada bukti hak atas tanah," kata dia.

Sementara rencana pemekaran Kabupaten Ketapang menjadi provinsi ke depannya Martin juga menyatakan mendukung pemekaran tersebut. Secara bertahap, dijelaskan dia jika semua proses dimulai dari pemekaran wilayah desa, kemudian pemekaran kecamatan, untuk menuju pemekaran provinsi. "Kalau Ketapang dan KKU menjadi kota, maka beberapa kecamatan dimekarkan untuk mendukung terbentuknya provinsi," ujar Martin.

Martin mengucapkan terima kasih kepada DAD dan jajarannnya, serta seluruh pihak yang telah mendukung hingga dia bisa terpilih menjadi Bupati Ketapang bersama Drs Suprapto S (Wakil Bupati terpilih) periode 2016 – 2021.Sementara itu, ketua DAD Provinsi Kalbar, Drs Yakobus Kumis, menyatakan Kabupaten Ketapang adalah daerah yang sangat strategis dengan potensi alam yang banyak. Dia juga menilai jika masyarakat Ketapang, dengan keberagaman etnis, menjadi potensi yang begitu luar biasa jika dikelola dengan baik dan benar, sehingga menuju Ketapang yang maju, mandiri, dan bermartabat. "Bersatu dengan segala kompenen daerah yang ada. Lupakan segala macam perbedaan," pesan dia.

Menurut Yakobus, di alam demokrasi, perbedaan merupakan hal yang biasa terjadi. Sepertihalnya dalam kehidupan sehari-hari, dia juga tak memungkiri selalu saja terdapat perbedaan. "Kita dukung Bupati terpilih, Martin Rantan dan Suprapto, dengan menjaga keamanan di Kabupaten Ketapang," kata Dia.Dia berharap agar Bupati terpilih mampu merangkul seluruh stakeholders, dengan tetap menjaga keharmonisan hubungan antaretnis untuk Ketapang lebih maju. "Secara pribadi Pak Martin milik Dayak, tetapi secara kepemimpinan, dia Milik masyarakat Ketapang," ujar Yakobus.

Sementara itu penjabat (Pj) Bupati Ketapang Kartius SH MSi mengatakan sebagai Pj Bupati, dia mengemban tugas menyelenggarakan roda pemerintahan di Kabupaten Ketapang dalam segala aspek, serta menyelenggarakan pilkada damai yang sudah berjalan aman dan lancar. "Terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Ketapang yang telah mendukung terlaksanannya pilkada yang berjalan aman dan lancar," ucap Kartius.

Kepada Martin Rantan dan Suprapto, Kartius juga berpesan agar selalu konsisten dalam menjalankan pemerintahan, dengan mewujudkan janji-janji program pembangunan yang telah disampaikan. Kartius mengingatkan kepada para pejabat dan SKPD, agar selalu berkunjung ke kecamatan, untuk melihat dan memperhatikan keluhan-keluhan masyarakat pedalaman. Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Ketapang, jika melakukan kesalahan selama menjabat sebagai Pj Bupati. Dalam waktu dekat ini, masa jabatan sosok yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalbar sebagai Pj Bupati tersebut akan segera berakhir. "Saya dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata dan perbuatan yang kurang berkenan selama ini," ucap Kartius. (afi/ser)

Berita Terkait