Abrasi Pantai; Semakin Mengikis Wisata Pasir Panjang

Abrasi Pantai; Semakin Mengikis Wisata Pasir Panjang

  Rabu, 25 November 2015 09:34
WISATA PANTAI: Kondisi pantai pasir panjang Kota Singkawang mengalami kerusakan cukup parah karena terkikis gelombang air laut. AIRIN//PONTIANAK POST

Berita Terkait

Hamparan Pasir Putih Semakin Menipis Belasan tahun terakhir pantai pasir panjang pernah memiliki keindahan alam laut yang menggoda bagi wisatawan daerah maupun mancanegara. Namun seiring waktu berjalan keindahan pantai mulai meredup karena hamparan pasir semakin menipis terkikis air laut.Airin Fitirianysah, Singkawang

PANTAI Pasir panjang dikenal juga sebagai pusat wisata bahari Kota Singkawang. Keidahan alam dan laut sangat mempesona wisatawan. Namun keberadaan pasir putih di sepanjang pantai tak lagi terlihat karena abrasi pantai.Kini wisata pantai di pasir panjang hanya menyisakan kenangan fanorama keindahan alam yang pernah ada disekitarnya. Meskipun kondisi pantai mengalami kerusakan, tetap saja wisata pantai menjadi favorit untuk berlibur bersama keluarga.

Dari pantauan Pontianak Post belum lama ini, pantai pasir panjang tetap ramai dikunjungi wisatawan daerah. Ratusan warga dari berbagai daerah dengan mengendarai sepeda motor, mobil pribadi dan pikap melakukan tamasya di taman pasir panjang Kota Singkawang.Kedatangan pengunjung dari berbagai daerah tidak lain untuk mengunjungi pesona alam pantai bersama keluarga. Serta banyak juga wisatawan daerah datang hanya ingin menyaksikan kebun binatang yang ada di Komplek Pasir Panjang Kota Singkawang.

 “Pantai pasir panjang dulunya bagus, ternyata sampai di sini kami kecewa lantaran kondisi pantai sudah rusak akibat abrasi pantai. Untung saja ada hiburan taman satwa kebun binatang, sehingga kami bisa ngajak anak-anak berlibur,” ucap Maliyanti asal Kabupaten Sambas.Dia mengatakan sepuluh tahun terakhir dirinya pernah pergi ke pantai pasir panjang Kota Singkawang. Kondisi pantai pada waktu itu masih bagus dan masih banyak pasir putih disepanjang pantai. Tapi sekarang pantai pasir panjang jauh berbeda karena hamparan pasir putih semakin menipis.

Ia menuturkan masuk kepantai pasir panjang sebenarnya tiket murah. Selain bisa menikmati liburan bersama keluarga dipantai, anak-anak bisa menyaksikan taman satwa kebun binatang. Seperti harimau, gajah, kuda, beruang dan jenis burung-burung langka lainnya. “Tiket masuk cukup murah. Tapi sayang pantainya sudah rusak. Kami sebagai pengunjung cuma berharap agar kondisi pantai diperbaiki, agar pantai kembali seperti semula. Sayang jika dibiarkan nanti pengunjung akan semakin sedikit,” ungkapnya.

Di tepat terpisah pantai pasir panjang tidak hanya sebagai rekreasi pantai bagi keluarga. Tetapi pantai pasir panjang juga dijadikan wisata memancing ikan laut. "Memancing ikan dipinggiran pantai hanya ingin mengisi waktu libur. Kalau ingin mencari hasil pancingan ikan jangan dipantai. Tapi memancinglah di daerah pulau pasti banyak dapat ikan," tutur Agustani Warga Singkawang saat ditemui pontianak post. 

Dia menilai kerusakan taman pasir panjang selama ini semakin parah. Pengelola taman pasir panjang juga sudah berusaha memasang beton penyangga abrasi pantai dibeberapa titik. Namun hasilnya belum maksimal karena penyangga abrasi pantai belum keseluruhan terpasang di pantai pasir panjang Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan pencegahan kerusakan taman pasir panjang sebenarnya sudah terlambat. Ini karena sebagai permukaan pantai sudah habis terkikis gelombang air laut. Sedangkan beton penyangga abrasi pantai baru mulai dipasang di tepian pantai pasir panjang tersebut."Kerusakan wisata pantai semakin parah. Sedangkan beton penyangga abrasi pantai lambat dipasang. Sehingga sebagian dataran tanah yang berada ditepian pantai sudah terkikis gelombang air laut," imbuh Agustani saat didampingi para pemancing ikan dipinggiran pantai pasir panjang Kota Singkawang.

Di tempat terpisah tokoh pemuda Kota Singkawang Hasan Akbar,SH mengatakan perihatin melihat kondisi kerusakan pantai pasir panjang. Semua kerusakan pantai terjadi karena tidak diperhatikan pemerintah daerah. Sehingga abrasi pantai merusak dan mengikis permukaan dataran tinggi yang berada di pantai pasir panjang Kota Singkawang.

"Wilayah daratan kita tahun demi tahun terus menyempit karena abrasi pantai. Hampir di sepanjang pesisir pantai gelombang air laut terus mengikis wilayah daratan. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah abrasi pantai. Tetap saja belum memberikan hasil yang memadai," tuturnya.Dia menyampaikan permasalahan abrasi pantai harus bisa ditangani secara serius bersama pemerintah terkait. Serta melibatkan pengusaha dan tokoh masyarakat guna memecahkan permasalahan abrasi pantai yang ada di pesisir pantai Kalimantan Barat.

Ia mengungkapkan pemerintah daerah selama ini sudah mencanangkan hutan mangrove untuk mengantisipasi masalah abrasi patani yang mengikis daratan Kalbar. Namun keberadaan hutan mangrove selama ini tidak terawat dengan baik. Sehingga banyak tanaman mangrove rusak dan mati karena terkena gelombang airlaut."Ada juga tanaman yang tidak layak untuk ditanami di sekitar pantai. Seperti tanaman kepala sawit tidak diperbolehkan ditanam dipinggiran pantai. Tapi faktanya masih ada kepala sawit ditanam berjarak tidak jauh dari tepian pantai pasir panjang," imbuhnya. (*)

Berita Terkait