95 Pemegang Senpi Ikuti Tes Kejiwaan

95 Pemegang Senpi Ikuti Tes Kejiwaan

  Jumat, 1 April 2016 09:14
TINJAU: Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto, meninjau anggotanya yang mengikuti tes kejiwaan di Aula Mapolres Ketapang. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 

KETAPANG-Sebanyak 142 anggota Polres Ketapang mengikuti tes kesehatan jiwa yang digelar Dokkes Polda Kalbar di Mapolres Ketapang, Kamis (31/3) pagi. Bagi anggota yang tingkat kesetresannya tinggi akan diberikan pembinaan lebih lanjut.

Kabid Dokkes Polda Kalbar, AKBP Try Y.P, mengatakan, anggota Polres Ketapang yang mengikuti tes kesehatan jiwa ini di antaranya terdiri dari 95 anggota pegang senpi, 16 Kapolsek dan sisanya anggota yang dianggap memiliki tingkat stres yang tinggi. "Intinya, yang melebihi beban tugas juga ikut dalam tes ini," katanya, kemarin (31/3).

Ia menjelaskan, tes berupa pertanyaan yang jawabannya setuju atau tidak. Peserta tes harus menjawab 556 pertanyaan di lembar jawaban yang telah disediakan. Hasilnya dari tes kemudian akan dianalisa oleh psikiater yang bekerjasama dengan RS Jiwa Sungai Bangkong.

"Tidak ada istilahnya lulus atau tidak. Hanya dari tes ini dapat dilihat apakah tingkat stresnya masih di ambang batas bawah atau berada di ambang batas atas," jelasnya.

Bagi anggota yang tingkat stresnya berada di ambang batas atas, akan diberikan pembinaan lebih lanjut. Bahkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, anggota yang bersangkutan akan dipindah tugaskan ke posisi yang beban kerjanya tidak terlalu berat. "Semua satuan bisa saja tertekan jika beban kerjanya melebihi kemampuannya," ungkap Try.

Ia juga mengungkapkan, tes ini digelar sebagai tindak lanjut atas kasus kesehatan jiwa yang menyeret sejumlah anggota kepolisian. "Tes ini digelar di semua daerah, termasuk di Ketapang. Tidak semua anggota polisi, hanya yang dianggap perlu saja," paparnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto, mengatakan, anggota Polres Ketapang yang mengikuti tes kebanyakan dari para anggota yang memegang senjata. Serta anggota yang dianggap kesehatan jiwanya terganggu. "Tujuannya untuk mengetahui tingkat stres anggota," kata Hady.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan dari Polda yang digelar di semua daerah. "Jika memang ada yang dianggap kurang sehat kejiwaannya akan direkomendasikan agar ditarik ke Polda untuk pembinaan lebih lanjut. Tujuannya agar tidak mengganggu kinerja," paparnya. (afi)

Berita Terkait