8 Tahun Berdiri, Hasilkan Lulusan Siap Kerja

8 Tahun Berdiri, Hasilkan Lulusan Siap Kerja

  Rabu, 20 April 2016 09:15
SERAH TUMPENG: Bupati Martin Rantan SH menyerahkan potongan tumpeng kepada H Morkes Effendi SPd MH, selaku pendiri Polinka, dalam Dies Natalies VIII di Gedung Polinka Ketapang, kemarin (19/4). ISTIMEWA

KETAPANG – Di usianya yang ke 8 tahun ini, Politeknik Negeri Ketapang (Polinka) telah menghasilkan lulusan yang kelima, sebanyak 500 alumni. Bahkan sebagian mereka sudah bekerja di sektor pertambangan, perkebunan, dan perhotelan.

Direktur Polinka, Dr Hj Nurmala, mengungkapkan bagaimana peran mereka dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Ketapang, yang kompetitif dan berkualitas, dalam pelaksanaan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). “Perkembangan Polinka dalam beberapa tahun kebelakang hingga saat ini pun masih terus berbenah dalam Polinka Negeri Ketapang,” kata Nurmala saat memberikan laporan dalam Dies Natalis VIII Politeknik Negeri Ketapang, Selasa (19/4).

Selain itu, dijelaskan dia juga bagaimana mereka telah menambah program studi (prodi) baru DIV Perancangan Jalan dan Jembatan, DIV Budidaya Tanaman Perkebunan, DIII Teknik Elektro, DIII Teknik Informatika, dan DIII Agro Industri. Kelima prodi baru tersebut, menurut dia, telah melengkapi tiga lainnya yang sudah ada. Akhirnya, dia menambahkan, di usia yang kedelapan ini, mereka telah memiliki delapan prodi dengan potensial wilayah Kabupaten Ketapang.

“Ketapang sudah ada sumber daya manusianya di Polinka dan tidak pelu lagi mencari di luar 500 orang. Cukup banyak mengisi perusahaan yang memerlukan tenaga kerja pokasi yang telah disiapkan Polinka,” ujar mantan Direktur Politeknik Negeri Pontianak tersebut.

Mantan Bupati Ketapang, H Morkes Effendi SPd MH, mengungkapkan bagaimana keberadaan kampus perguruan tinggi negeri yang satu ini, merupakan cita-citanya sejak menjabat kepala daerah. “Saya harap kepada Pak Martin Rantan agar meneruskan pembangunan yang telah dirancang sejak dari dulu,” pesan Morkes kepada Bupati Ketapang Martin Rantan SH.

Morkes juga memaparkan bagaimana kedekatannya dengan Martin, sejak sosok tersebut masih berkuliah di Politeknik Negeri Pontianak. Hingga suatu ketika, dia menambahkan, bagaimana Martin berniat mencalonkan diri menjadi Bupati Ketapang, dan dia pun mendukungnya. “Karena saya harapkan Pak Martin lah meneruskan cita-cita yang telah saya letakkan dahulu, dasar-dasar membangun Ketapang,” kata Bupati dua periode tersebut.

Morkes mengungkapkan bagaimana ketika dia memimpin daerah ini, begitu banyak masuknya investasi baik perkebunan dan pertambangan masuk ke kabupaten ini. Kondisi tersebut, disayangkan dia, bertolak belakang dengan tenaga teknik profesional terampil yang sangat sedikit sekali, sehingga harus didatangkan dari luar Ketapang. Karena harus mendatangkan dari luar, diakui dia, lama kelamaan menimbulkan masalah. Oleh karena itu dia pun bercita-cita mendirikan politeknik bersama sejumlah kolega seperti sesepuh masyarakat Ketapang Abdulbad HA Rani. Mereka kemudian membentuk Yayasan Iranata. Nama yayasan ini, diceritakan Morkes, diambil dia dari nama salah satu raja Tanjungpura, di mana makamnya terletak di Desa Negeri Baru, demi mengingat sejarah.

Sementara itu, Bupati Ketapang Martin Rantan mengakui jika berdirinya Polinka, yang telah meletakan dasar-dasar kemajuan, dimulai berdiri politeknik swasta di bawah naungan Yayasan Pangen Iranata. “Ketua Yayasan Iranata pada saat itu adalah Bapak H Morkes Effendi,” kata Bupati.

Dia  juga mengucapkan terima kasih kepada Direktur Polteknik Ketapang dan para dosen yang telah bersama-sama melaksanakan tugas, sehingga menjadikan Politeknik Ketapang sebagai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat kabupaten ini. Dipaparkan Bupati, dengan luas kabupaten yang dipimpinnya mencapai 31 ribu meter persegi, dengan 20 kecamatan dan 253 desa, saat ini telah mengalami kemajuan di bidang  perkebunan, sehingga terdapat 74 izin perkebunan kelapa sawit. Dari sekian banyak perkebunan yang ada di Ketapang, dijelaskan dia, sekitar 31 persen sudah mendirikan pabrik, sehingga otomatis memerlukan tenaga tenaga teknik, baik urusan perkebunan dan keagronomian, maupun urusan pabrik

“Jadi Adik-adik mahasiswa ini tidak usah khawatir kalau sudah tamat, lowongan pekerjaan di perkebunan sangat besar,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Pontianak tersebut. Dalam arahannya dia berpesan kepada mahasiwa Politeknik untuk menimba ilmu sebaik-baiknya dari segi pengetahuan. Pasalnya, dia tak memungkiri jika kampus ini hanya menerapkan sekitar 40 persen teori pengetahuan, sedang 60 persen praktik untuk peningkatan skill. (afi/ser)