8 Kendaraan Ditahan

8 Kendaraan Ditahan

  Rabu, 6 April 2016 10:11
RAZIA PELANSIR : Aparat kepolisian menahan kenadaraan roda dua dengan tangki besar yang kedapatan mengantri bolak balik. Bahkan, sepeda motor yang dibawa lari ke dalam rumah oleh pemiliknya juga ikut dibawa ke Mapolres untuk ditilang. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BEBERAPA pemilik sepeda motor dengan tangki besar kabur saat polisi datang ke Stasiun Pengisian Baham Bakar Minyak Umum (SPBU) di Jalan DI Panjaitan, Selasa (5/4) pagi. Bahkan, sempat terjadi kejar-kejaran antara pemilik motor dengan polisi. Sebagian lagi dari mereka yang tidak sempat melarikan diri terpaksa meninggalkan sepeda motornya di dalam area SPBU.

Hasilnya, delapan kendaraan bermotor ditahan pada razia yang digelar Polres Ketapang di sejumlah SPBU di dalam Kota Ketapang, Selasa (5/4) pagi. Satu mobil bertangki siluman serta tujuh sepeda motor yang kedapatan mengantri berulang-ulang dibawa ke Mapolres Ketapang.

Razia ini digelar untuk mengantisipasi langkanya BBM jenis premium di Kota Ketapang beberapa hari terakhir.

"Kendaraan yang ditahan ini akan ditilang dan ditahan selama satu bulan," kata Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto melalui Kasat Sabhara, AKP Riwayansyah, di sela-sela razia, kemarin (5/4).

Ia memperingatkan kepada pihak SPBU di Ketapang agar tidak membiarkan para pelansir melakukan pengisian BBM di SPBU. Selain itu, bagi pelansir yang kedapatan mengantri berulang-ulang akan ditindak tegas. "Kita akan koordinasi denganKejaksaan untuk menaikkan denda bagi kendaraan yang ditilang ini agar ada efek jerak bagi mereka," tegasnya.

Ia menjelaskan, razia tersebut merupakan laporan dari masyarakat yang mengeluh sulitnya mendapatkan BBM jenis bensin beberapa hari terakhir. Sekalipun ada harganya cukup mahal. Ini juga sebagai bentuk pengawasan agar tidak ada penyalahgunaan BBM.

Pihaknya akan terus mengawasi dan melakukan razia rutin di seluruh SPBU di wilayah Kota Ketapang. "Untuk pengecer kita beri imbauan dulu soal harga agar tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan. Kalau masih kedapatan menjual dengan harga tinggi, maka akan kita lakukan penindakan," ungkapnya.

Koordinator Keamanan SPBU Pawan Raya Utama di Jalan DI Panjaitan, Yayan, mengapresiasi razia tersebut. Menurutnya, jika tidak dirazia, para pelansir tetap membandel dan tidak mengindahkan peringatan dari pihak SPBU. "Mereka pintar. Kalau kita peringati, mereka ganti orang untuk mengantri, tapi motornya tetap sama," katanya.

"Dengan adanya razia ini, kami senang. Melihat polisi saja mereka lari, karena mereka sadar mareka itu salah," lanjutnya.

Ia menjelaskan, lebih dari 40 pelansir yang bolak-balik mengantri setiap harinya. Meskipun sudah diperingati dan dilarang, mereka tetap saja mengantri dengan orang yang berbeda. "Kita juga berharap mereka jera. Karena kami sendiri tidak bisa memberikan sanksi kepada mereka," harapnya. (afi)

Berita Terkait