751 Ribu Bibit Siap Tanam

751 Ribu Bibit Siap Tanam

  Senin, 16 May 2016 10:15
TANAM PERDANA: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir saat memulai penanaman perdana bibit tanaman perkebunan dan kehutanan di Desa Sempadan, Kecamatan Batang Lupar, Sabtu (13/5) lalu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

LANJAK – Investasi jangka panjang di areal percontohan DA (demontation activity) REDD+ putaran pertama pada Kecamatan Batang Lupar, Embaloh Hulu, dan Embaloh Hilir, berupa persemaian agroforestry sudah siap ditanam. Sabtu (13/5) Bupati Kapuas Hulu AM Nasir memulainya dengan melakukan penanaman perdana 751ribu tanaman agroforestry tersebut.

Penanaman perdana yang dipusatkan di Desa Sepandan, Kecamatan Batang Lupar ini, dihadiri sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu. Selain itu, juga hadir sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan di kecamatan tersebut. Kegiatan Bupati ini juga bertepatan dengan kegiatan Gawai Dayak Nasrani Kecamatan Batang Lupar 2016 ini.

Bupati bahkan berpesan kepada masyarakat Kapuas Hulu agar selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas karuni alam yang terbentang di Kapuas Hulu. Kekayaan alam ini, diakui dia, memberikan banyak manfaat. Ia menjelaskan, 16 desa yang terkena dampak program Forclime, sudah membangun persemaian berupa tanaman perkebunan, di antaranya kopi, kakao, dan karet. Selain itu, sambung Nasir, juga ada tanaman kehutanan seperti keladan, tembesu, dan purik sejak 2015 lalu. Akhirnya, dia menambahkan, pada 2016 ini, terdapat 751 ribu lebih bibit yang siap ditanam. 

“Bibit tanaman yang sudah disiapkan ini ditanam di seribu lebih lokasi milik masyarakat. Yang tersebar disejumlah desa yang sudah ditentukan sebelumnya,” tutur politisi Partai Persatuan Pembangunan ini. 

Bupati juga berpesan agar masyarakat menjaga dan memanfaatkan hasil dari tanaman tersebut, baik tanaman perkebunan maupun kehutanan. Hanya saja, diingatkan dia agar pemanfaatan tersebut dilakukan secara lestari, agar dapat berkelanjutan sampai ke anak cucu mereka. Dia bahkan menggugah agar kegiatan-kegiatan seperti ini terus dilakukan semua pihak, termasuk masyarakat. 

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Batang Lupar Gunawan, DPMU (distric programme management unit) Forclime Kapuas Hulu, kelompok LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Forclime, Balai Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Keuskupan Sintang, dan masyarakat. Kepada mereka Bupati berpesan agar kelestarian hutan dan lahan tetap dijaga. 

Kepala daerah dua priode ini menyebutkan, hasil dari tanaman yang ditanam seperti kakao, karet, dan tanaman kehutanan tersebut, dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pemilik lahan, jika tanaman ini sudah siap panen. “Mari bersama menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran. Ini juga menjadi keputusan pemerintah,” tegasnya.

Sudriman, ketua LPM Sepandan Kecamatan Batang Kupar, menjelaskan bahwa di Desa Sepandan akan menanam 51 ribu bibit. Bibit-bibit tersebut, menurut dia, tediri dari karet unggul, gaharu, dan kakao di lahan milik masyarakat seluas 89 hektare. Selain kegiatan penanaman, dia juga menambahkan bahwa pada tahun ini juga dilakukan usulan persemaian kembali, pembuatan demplot agofrestry, dan kegiatan patroli hutan. 

“Kami di sini juga kegiatan lain, seperti pemanfaatan jasa lingkungan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yakni madu tikung dan damar,” jelasnya. Sudriman mengaku sangat terbantu dengan adanya program Forlcime. Karena selain masyarakat di bantu dengan bibit, juga dibantu dengan pembinaan oleh tenaga ahli DPMU Kapuas Hulu.(aan) 
 

Berita Terkait