750 Personel Rider Khusus Kembali

750 Personel Rider Khusus Kembali

  Kamis, 22 September 2016 10:06
SAMBUT KEDATANGAN: Dandim 1206 Putussibau Letkol Kav Budiman Ciptadi menyambut kedatangan 750 personel Rider Batalyon 644 Walet Sakti yang baru pulang pendidikan di Batu Jajar, kemarin. MUSTA’AN/PONTIANAK

Berita Terkait

Dandim: Jangan Sombong dengan Kemampuan

PUTUSSIBAU – Komandan Kodim (Dandim) 1206/Psb Letkol Kav Budiman Ciptadi berpesan agar para personel Batalyon Infanteri Raider Khusus 644/Wls tidak sombong dengan kemampuan mereka. Pesan tersebut disampaikan Dandim saat menyambut kedatangan 750 personel Rider Khusus dari Yonif 644/Wls, Rabu (21/9), saat tiba di Batalyon 644 Walet Sakti, Putussibau.

“Lakukan sharring pengalaman pada personel yang belum ikut pendidikan,” ucapnya.

Kehadiran mereka, menurut Budiman, menjadi kebanggaan lebih. Tapi, dia menambahkan, kebanggaan itu mesti menjadi acuan agar personel satuan lebih baik, dalam sikap dan perbuatan. Kemampuan itu, ditegaskan dia, bukan untuk kesombongan. Dia mengimbau agar mereka menularkan kemampuan kepada personel lain yang belum berkesempatan ikut rider. “Tingkatan kapasitas diri, sehingga kemampuan yang telah terbentuk tak berkurang,” tegasnya.

Setelah menempuh pendidikan selama 3 bulan di Pusdikpassus Batujajar, Bandung, para rider yang dipimpinan Danyonif 644/Wls Mayor Inf Gede Setiawan tersebut pulang kampung. Pelatihan personel rider khusus itu dilakukan sehubungan dengan naiknya status Batalyon dan penambahan kapasitas serta alusista. 

Kepada sejumlah wartawan di sela-sela upacara penyambutan mereka, Danyonif 644/Wls Mayor Inf Gede Setiawan menjelaskan bahwa pasukan ini berangkat dari Cilacap pada 15 September menuju Semarang. Selanjutnya, dia menambahkan, para prajurit ini bertolak menggunakan KRI Teluk Bone dari Semarang menuju Kota Pontianak. “Pelayaran dari Semarang memakan waktu 4 hari,” terangnya.

Mereka tiba di Pontianak pada 19 September pada pagi hari. Kemudian pada sore harinya mereka langsung diterima Panglima Kodam (Pangdam) XII Tanjungpura. Keesokan harinya, 20 September, mereka berangkat ke Kota Putussibau, dan tiba di Bumi Uncak Kapuas, kemarin (21/9). “Masih ada personil Batalyonnya yang belum penuhi kualifikasi rider. Tentu mereka akan dilatih bertahap, sebab tahun depan ada satuan dari Batalyon 631 di Kalteng pendudukan,” jelasnya.

Menurut dia, anggota Batalyon 644 Walet Sakti yang belum mengikuti pendidikan di Batu Jajar akan dititipkan pada Batalyon 631 Kalteng. “Kami inginkan semua yang ada di Batalyon ini sudah penuhi kualifikasi rider,” tegasnya. 

Berbicara di TOP-SPT Batalyon Infanteri Rider Khusus, Gede mengatakan, perlahan tapi pasti akan penambahan kapasitas, baik alusista kendaraannya dan persenjataannya yang ada saat ini. “Dengan naiknya status Batalyon ini, pangkalan pasti akan dipenuhi sesuai kualifikasinya, tapi itu secara bertahap,” paparnya. 

Demikian dengan personel, menurut dia, berdasarkan TOP Batalyon, jumlah personel yang disaratkan adalah 1.039 orang. Yang ada saat ini, diakui dia, baru sekitar 800-an personel. “Belum lagi adanya perpindahan perwira yang terkait dengan karier, sehingga harus dipindah ke kesatuan lain,” kata dia. 

Kalau ada yang keluar ke satuan lain, kata Gede lagi, pasti akan ditambah lagi personelnya. Tapi itu, menurut dia, merupakan kebijakan tersendiri dari Kodam XII/Tpr. Untuk sistem pelatihan Batalyon Inf Raider Khusus 644/Wls ke depan, secara umum, dipastikan dia, tetap sama. Hanya saja, dia menambahkan, menjelang akhir tahun depan akan ada latihan pemantapan dan pemeliharaan rider, sesuai kualifikasi yang dimiliki yakni berupa latihan teknis, taktik, dan tempur. 

“Kalau teknis di asrama, kalau taktik dan tempur itu dilakukan di luar. Latihannya harus sesuai dengan keadaan geografis yang sebenarnya,” jelasnya. (aan)

Berita Terkait