75 Lansia Dapat Bantuan

75 Lansia Dapat Bantuan

  Selasa, 14 November 2017 10:00
POSYANDU LANSIA: Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir saat melaksanakan Posyandu Lansia. Perlunya perhatian terhadap lansia di kabupaten ini dengan memberikan bantuan, terutama buat yang kurang mampu. WWW.MIAUMERAH.DESA.ID

Berita Terkait

Rp200 Ribu Perbulan

PUTUSSIBAU – Sebanyak 75 lanjut usia (lansia) di Kapuas Hulu mendapat bantuan dana dari APBN. Masing-masing lansia tersebut mendapat bantuan sebesar Rp200 ribu setiap bulannya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSPKB) Kabupaten Kapuas Hulu, Martha Banang, memastikan jika Kementerian Sosial Republik Indonesia mempunyai program khusus untuk membantu para lansia dan penderita cacat berat, dalam memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi, dia menambahkan, untuk mendapatkan bantuan dari program tersebut, butuh proses yang cukup panjang. "Program itu memang khusus lansia tidak mampu, nanti data mereka diusul ke pusat untuk dapat bantuan dana. Kalau sudah dapat pengambilan dana itu bisa di pos atau bank," tuturnya, Senin (13/11).

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial, Mat Juani, menjelaskan, lansia di Kapuas Hulu yang mendapat bantuan dana dari APBN jumlahnya 75 orang setiap tahun. Jumlah tersebut, diakui dia, tidak berubah sejak 2012. "Bantuan perbulan pada masing-masing lansia Rp200 ribu. Ini biasa diambil dengan cara dikuasakan pada pendamping, karena pertimbangan kesehatan bagi lansia tersebut kalau harus turun jauh ke Putussibau," ujar Juani.

Dana untuk lansia dari Januari sampai November ini, diakui dia, belum cair, karena ada peralihan penyalur dari pos ke bank swasta. "Dalam setahun ini (2017, Red) dari Pemerintah Pusat hanya membantu biaya lansia 10 bulan saja. Ada surat dari kementerian terkait," papar Juani.

Terkait bantuan untuk orang cacat berat, kata Juani, setahunnya hanya dijatah untuk 10 orang. Bantuan untuk yang cacat berat itu Rp 300 ribu perbulan. "Ini juga sama, belum cair karena perubahan nontunai," papar Juani.

Menurut Junai, kuota bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat untuk lansia dan orang cacat berat memang masih kurang. "Lansia di Kapuas Hulu ini ada 2.576 yang dinyatakan tidak mampu. Sementara yang cacat jumlahnya 572 orang," tutur Juani.

Juani mengatakan, perlu juga penganggaran khusus dari Pemkab Kapuas Hulu untuk orang cacat dan lansia. Dengan demikian, harapan dia agar kuotanya bisa digilir dan semua lansia bisa merasakannya.

"Ini memang perlu juga sharring dari Pemda, untuk menutup mereka yang tidak terjamah, sehingga bisa di gilir ke mereka yang dibutuhkan. Sebab pemanfaatan dana ini digunakan untuk kebutuhan umum dan obat-obatan," tuntasnya. (aan)

Berita Terkait