720 Dusun Masih Gelap

720 Dusun Masih Gelap

  Jumat, 16 September 2016 10:08

Berita Terkait

SAMBAS- GM PLN Wilayah Kalbar, Bima Putra Jaya menyatakan pihaknya akan melihat secara pasti data mengenai daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Namun informasinya, ada sekitar 720 Dusun di Kalimantan Barat yang sampai saat ini belum teraliri listrik,” kata Bima, ketika dikonfirmasi di Pontianak.

Dari 720 dusun yang tersebar di Kalbar tersebut, Kabupaten Sanggau dan Sambas diantaranya termasuk didalamnya.

“Di Kabupaten Sanggau dan Sambas, yang termasuk dusunnya banyak belum teraliri listrik,” katanya.

Sementara di Sambas, ada sekitar 26 Kepala Keluarga (KK) di RT 20 Kampung Seladu Dusun Rambaian Kecamatan Sejangkung, hingga saat ini, masih mengandalkan pelita untuk penerangan pada malam hari. Termasuk, ketika warga merayakan Iduladha kemarin. Iduladha kemarin dirayakan dengan temaramnya ruang tamu, menyambut kerabat yang datang.

Warga Seladu, Jumli mengemukakan, malam hari, untuk penerangan di rumahnya masih menggunakan pelita. Sementara beberapa warga lain yang memiliki kemampuan lebih, menggunakan genset.

 “Kalau kita masih pakai pelita. Bila menggunakan genset, meski pun patungan dengan rekan lain, masihtidak mampu. Ya, bertahan dengan pelita ini,” kata bapak dua anak ini, Rabu (14/9) malam.

Karena tak memiliki sumber listrik, dia dan anggota keluarganya, jika ingin menonton siaran televisi harus menumpang di tetangga dialiri genset. Termasuk untuk ngecas  ponsel. Itu juga harus menumpang di rumah kerabatnya.

 “Ponsel kan perlu dicas, kadang numpang lah di rumah kerabat yang ada genset. Karena antre, kadang HP saya tinggal, paginya baru diambil,” katanya.

Jumlai dan warga Seladu lainnya sangat berharap adanya listrik masuk ke kampungnya. Bahkan, warga pun mengaku sudah mempersiapkan duit jika memang listrik bisa masuk ke Seladu.

Anggota DPRD kabupaten Sambas Daerah Pemilihan (Dapil) Sambas 1, Anwari menyebutkan adanya salah satu RT di Dusun Rambaian Kecamatan Sejangkung yang belum teraliri listrik. Harusnya ini menjadi perhatian pihak-pihak terkait.

 “Kita di dewan, akan mendorong pihak terkait untuk memperhatikan hal tersebut. Karena listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Anwari. Lantaran hal tersebut tidak serta merta menjadi tanggung jawab PLN, namun Pemkab harus juga turun tangan.  

“Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan Pemerintah Kabupaten Sambas membangun jaringan menuju lokasi yang belum dialiri listrik tersebut. Selanjutnya, jaringan yang telah ada dihibahkan kepada PLN agar masyarakat diwilayah tersebut dapat menikmati listrik,” katanya.  (fah/mse)

 

 

 

Berita Terkait