71 Tahun PLN Terangi Kalimantan Barat

71 Tahun PLN Terangi Kalimantan Barat

  Rabu, 17 Agustus 2016 10:34
PINTAR: PLN Lemukutan siapkan 100 persen listrik pintar

Berita Terkait

PT Perusahaan Listrik Negara (PERSERO) Wilayah Kalimantan Barat terus berusaha meningkatkan mutu layanan hingga ke pelosok negeri. Dari kota hingga ke daerah pedesaan. Ratio elektrifikasi hingga Juli 2016 mencapai 76,93 persen dan target yang ingin dicapai ditahun 2017 sebesar 82,81 persen.

HINGGA Juli 2016 jumlah pelanggan PLN tercatat 949.371 pelanggan. Sementara proyeksi penambahan pelanggan hingga akhir Desember 2016 diharapkan mencapai 976.606 pelanggan. 

Penyambungan listrik pelanggan Rumah Tangga Sederhana (RTS) yang diusulkan tahun 2016 yakni sebanyak 1.300 pelanggan. Dengan demikian target proyeksi  penambahan jumlah pelanggan di tahun 2017  menjadi 1.051.606 pelanggan, seiring dengan membaiknya kondisi kelistrikan di Bumi Khatulistiwa. 

Total daya mampu pembangkit hingga ke Lisdes-lisdes sebesar 495 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 445 MW.  

Hingga akhir Desember 2016, PLN telah membangun Jaringan Distribusi Tegangan Menengah (JTM) yang sudah terkoneksi sepanjang 10,703.36 kms. Jaringan Tegangan Rendah (JTR) hingga akhir Desember 2016 yang terkoneksi sepanjang 12,387. 80 kms.

Untuk jaringan transmisi yang sudah terinterkoneksi dan melayani beberapa daerah kota dan kabupaten sepanjang 818 kms. Tahun 2017 diharapkan panjang jaringan transmisi mencapai 1.055 kms.

Untuk meningkatkan daya mampu pembangkit, khusus sistem khatulistiwa yang melayani masyarakat Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas dan Bengkayang, tahun ini akan ditambah 130 MW. Dengan penambahan daya mampu ini diharapkan PLN Wilayah Kalbar dapat meningkatkan mutu layanannya kepada masyarakat. PLN pun terus berusaha membangun beberapa mesin pembangkit berbahan bakar non fosil, serta memanfaatkan energi baru dan terbarukan.

Upaya peningkatan mutu layanan yang telah dilakukan oleh PLN Wilayah Kalbar tentunya tidak akan bearti tanpa dukunagan seluruh elemen masyarakat, dari kota hingga pedesaan. Banyak permasalahan yang terjadi hanya karena kita kurang peduli akan keberadaan listrik. 

Masih banyak warga masyarakat yang hobi bermain layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat, kebiasaan menggunakan listrik secara illegal, membayar rekening listrik tidak tepat waktu. Mari kita peduli akan keberadaan listrik karena listrik bukan untuk kita saja namun untuk keberlangsungan hidup anak cucu kita. (*)

 

Berita Terkait