700 Ekor Anjing Divaksin

700 Ekor Anjing Divaksin

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
grafis

Berita Terkait

SINGKAWANG/SINTANG - Sedikitnya tujuh ratus ekor anjing peliharaan masyarakat sudah dilakukan vaksinasi rabies di setiap kelurahan yang berada di bawah naungan Kecamatan Singkawang Timur dan Kecamatan Singkawang Selatan.

 
Vaksinasi anjing rabies ini diberikan secara bertahap dari ribuan ekor anjing. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran anjing rabies di lingkungan masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

"Vaksin anjing rabies kita utamakan di Kecamatan Singkawang Timur dan Kecamatan Singkawang Selatan. Karena kedua wilayah kecamatan ini rawat terjadinya penyebaran virus rabies," ucap Kadis Pertanaian dan Kehutanan Kota Singkawang Yusnita Fitriadi, Minggu (14/8) kepada media ini.

Dia mengatakan vaksinasi rabies sudah diberikan beberapa bulan terakhir kepada anjing peliharaan masyarakat. Anjing yang sudah di vaksin diberikan tanda berupa kalung. Sedangkan anjing yang belum diberikan vaksin tidak memiliki tanda apapun. Sehingga perlu diantisipasi dan diwaspadai oleh masyarakat yang berada di wilayah rawan terinfeksinya anjing rabies di Kecamatan Singkawang Timur dan Singkawang Selatan.

Ia menuturkan  bahaya anjing rabies sangat mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dikarenakan penularan anjing rabies tidak hanya melalui gigitan anjing. Tetapi paling berbahaya air liur anjing yang terinfeksi penyakit rabies atau disebut juga  anjing gila.

"Kita khawatir dengan ancaman anjing rabies. Karena serangan anjing rabies bisa merusak sel saraf dan organ tubuh manusia. Jika terkena gigitan anjing rabies tanpa adanya penanganan medis lebih lanjut bisa membawa manusia kepada  kematian," paparnya.

Yusnita menambahkan virus rabies tidak hanya ditularkan melalui gigatan anjing peliharaan. Tetapi virus rabies juga bisa menular melalui hewan lainnya seperti kera, kekelawar dan kucing. Sehingga diperlukan adanya pengawasan lebih lanjut dari tim medis kesehatan hewan. Supaya hewan peliharaan bisa terjaga dengan baik dilingkungan masyarakat.

"Jika ada warga masyarakat yang menemukan hewan peliharaan di atas yang mencurigakan. Kami minta lapor dengan pihak terkait mulai dari tokoh masyarakat baik RT/RW yang berada dilingkungan tempat kejadian. Sehingga bisa medis kesehatan hewan dapat terjun langsung kelapangan," terangnya.

Dia menyatakan vaksinasi rabies yang diberikan kepada hewan peliharaan masyarakat sementara ini masih mencukupi kebutuhan. Sehingga proses vaksinasi tersebut tetap dilanjutkan hingga bahanya rabies tidak terulang kembali dilingkungan masyarakat yang berada di Kecamatan Singkawang Timur dan Kecamatan Singkawang Selatan.

Ia mengungkapkan alasan vaksinasi anjing rabis diberikan karena terletak berpatasan dengan wilayah Kabupaten Bengkayang. Yakni guna mengantisipasi penularan anjing rabies ditengah kehidupan masyarakat Kota Singkawang dan sekitarnya.

"Sampai saat ini tidak ada lagi laporan dari masyarakat terkait anjing rabies. Semoga saja penyebaran infeksi rabies tidak terulang kembali. Supaya masyarakat kita bisa hidup tenang dan damai terlepas dari bahaya infeksi rabies," harap Kadis Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang.

Garis Merah Rabies

Sementara Pemkab Sintang bakal mengambil kebijakan dengan mengeliminasi anjing jika tanpa kalung tanda telah divaksin rabies. Langkah demikian diambil Pemkab guna mengeleminir  korban rabies  supaya tidak terus bertambah. 

“Jangan sampai masyarakat sayang pada anjing tetapi yang meninggal karena rabies terus bertambah,” kata Wakil Bupati Sintang, Askiman.

Menurut Askiman, anjing yang terindikasi rabies dan berkeliaran tanpa kalung tanda sudah di vaksin akan langsung dieliminasi. Pemusnahan akan menggunakan senjata dan jarak jauh. Karena itu, Askiman meminta bagian hukum Setda Sintang, Selasa (16/8) atau hari ini, sudah bisa  menyelesaikan instruksi Bupati tentang penanganan rabies serta pembentukan tim.

Askiman menambahkan, dalam penanganan rabies dibutuhkan keseriusan. Ia tidak menginginkan kasus gigitan anjing terus bertambah. Dimana pada Jumat lalu, di Empaci kasus gigitan anjing kembali muncul. Sebanyak lima orang digigit.

“Sintang sedang mengalami gawat darurat rabies. Tandanya stok vaksin rabies untuk manusia menipis, kasus gigitan terus bertambah, dan disertai korban jiwa meninggal,” kata Askiman.

Ia menambahkan, sudah enam  kecamatan  ditetapkan garis merah rabies yakni Sintang, Dedai, Sungai Tebelian, Tempunak, Sepauk dan Kelam Permai. Karena itu, Askiman meminta supaya  penanganan pasien terindikasi rabies harus diutamakan. Rumah sakit jangan tanya soal administrasi dan biaya dulu, tapi langsung tangani. “Kita akan susun jadwal kelapangan untuk memvaksin anjing di 6 kecamatan, jika vaksin kita lebih baru akan vaksin anjing di 8 kecamatan lain,” kata Askiman.

Sementara data Dinas Kesehatan hingga pekan  ke 32 tahun 2016, sudah empat orang meninggal karena rabies. Para korban  asal desa Emparu Dedai, desa Merarai Satu Sungai Tebelian,desa Tempunak Kapuas kecamatan Tempunak, dan desa Gernis sepauk.

Kasus keseluruhan, sudah terjadi 246 kasus gititan dengan empat  meninggal. Yakni  di kecamatan Sintang ada 30 kasus gigitan, Dedai 25 kasus, Sungai Tebelian 44 kasus, Tempunak 82 kasus, Sepauk 44 kasus, dan Kelam Permai 21 kasus. “Total 246 kasus di 75 desa,” kata kepala dinas kesehatan Sintang  Hary Sinto Linoh. (stm/irn)

Berita Terkait