70 TKI Bermasalah Dideportasi, Satu Diantaranya Gila

70 TKI Bermasalah Dideportasi, Satu Diantaranya Gila

  Minggu, 12 November 2017 09:00
DIPULANGKAN: Pemulangan 70 TKI bermasalah dari Miri, Malaysia melalui Tebedu, saat tiba di PLBN Entikong, tiga hari lalu. PAGE FACEBOOK EDWAT SUNGKUNG

Berita Terkait

PONTIANAK – Sebanyak 70 tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah di Malaysia kembali dipulangkan. Satu di antaranya mengalami gangguan jiwa.

Pemulangan TKI bermasalah ini dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara Entikong Kabupaten Sanggau, Kamis (10/11). Rombongan TKI bermasalah ini dibawa dari Depot Imigresen Bekenu Miri Malaysia, yang diangkut dengan dua unit bus dengan nomor polisi QMQ 4589 dan QMP 7389. Mereka dikawal langsung oleh pihak Imigresen Bekenu Miri, Malaysia dan KJRI Kuching. Mereka yang terdiri dari 57 laki-laki dan 13 perempuan tersebut berasal dari berbagai daerah, di antaranya Provinsi Kalbar sebanyak 41 orang, Provinsi Jabar (6 orang), Provinsi  Jatim (3 orang), Provinsi Sulsel (6 orang), Provinsi Sulbar (1 orang), Provinsi Sumut (3 orang), Provinsi NTB  (4 orang), Provinsi NTT (5 orang), dan Provinsi DKI Jakarta (1 orang).

Sebelum dibawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalbar, para TKI ini menjalani screening. Dari hasil screening ditemukan 45 orang menggunakan paspor dan 25 orang tanpa dokumen.

Kepala Bidang Rehabiltasi Sosial Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Provinsi Kalbar Wiji membenarkan informasi pemulangan tersebut. Dijelaskan dia, berdasarkan data dari KJRI Kucing, Malaysia,  TKIB yang dideportasi tersebut berjumlah 70 orang. Mereka terdiri dari 57 laki-laki dan 13 perempuan. “Satu di antaranya mengalami gangguan jiwa," Kata Wiji, kemarin di Pontianak.

Menurutnya, untuk mereka ini akan dilakukan pendataan ulang. Setelah pendataan dilakukan, para TKIB tersebut akan dipilah lagi oleh mereka, mana yang bisa dipulangkan secara mandiri ke daerah asalnya dan mana yang harus difasilitasi. 

Dia menjelaskan, pendeportasian 70 TKIB oleh otoritas Pemerimtah Malaysia, lagi-lagi persoalannya adalah terkait masalah dokumen yang tak dipenuhi oleh TKI tersebut, saat masuk menjadi pekerja di sana. "Jadi mereka dianggap ilegal oleh Pemerintah Malaysia," lanjutnya. 

Saat dikonfirmasi mengenai kapan 70 orang TKIB tersebut akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, Wiji belum dapat memastikan waktunya. Namun, khusus TKIB asal Kalbar, dipastikan dia akan segera dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Sementara yang di luar Kalbar akan ditampung mereka dahulu di Shalter Dinas Sosial. 

"Biaya pemulangan TKI antarprovinsi ke daerah asalnya akan ditanggung dari Kementerian Sosial menggunakan kapal laut. Kemudian  yang antarkabupaten akan ditanggung menggunakan biaya dari Pemprov Kalbar, menggunakan fasilitas kendaraan darat," jelasnya.

Dia pun kembali mengimbau kepada masyarakat yang akan menjadi TKI ke luar negeri, agar menggunakan jalur resmi. Dengan jalur resmi, dipastikan dia jika mereka bisa memfasilitasi. "Karena kita juga bekerja sama dengan perusahaan Sinar Mas Grup. Jadi bagi warga mita yang ingin bekerja (menjadi TKI di luar negeri) kita salurkan langaung," jelasnya. (arf)

 
 

Berita Terkait