7 Hal yang harus Anda Ketahui di Balik Layar Cerita Kocak Mukidi

7 Hal yang harus Anda Ketahui di Balik Layar Cerita Kocak Mukidi

  Minggu, 28 Agustus 2016 07:09
FOTO IMAM HUSEIN/JAWA POS

Berita Terkait

NAMA Mukidi benar-benar bikin gempar. Anda mungkin tak henti-hentinya mendapat kiriman cerita lucu di aplikasi chattingdan akun media sosial tentang sosok kocak bernama Mukidi. Jawa Pos mencoba menghubungi sang pencipta tokoh Mukidi. Ternyata banyak hal menarik di balik cerita-cerita Mukidi dari penciptanya. 

Berikut rangkuman 7 hal menarik soal di balik layar Mukidi: 

1. Dari seorang pensiunan product manager perusahaan farmasi.

Tak banyak yang tahu bahwa di balik nama Mukidi yang menggegerka dunia media sosial dua belakangan terakhir adalah Soetantyo Moechlas. Dia merupakan seorang pensiunan product manager sebuah perusaahaan farmasi.

2. Berawal dari adegan Warkop DKI

Saat dihubungi Jawa Pos, pria yang akrab disapa Yoyo itu mengaku nama Mukidi adalah nama yang pernah diucapkan Dono (Warkop). “Iseng saja pakai nama itu. Saya inget kata-kata yang diucapkan Dono (Warkop) adalah Mukidi,” kata Yoyo. 

Yoyo sebenarnya tak berniat mengomersialkan banyolannya. Dia rutin membuat cerita lucu sebagai pemanis saat presentasi. "Saat menjadi product manager, saya banyak mempresentasikan obat. Sebagai ice breaker, saya selipkan banyolan," jelasnya. 

3. Mulai 1990-an

Yoyo menceritakan, dirinya mulai menggunakan nama Mukidi untuk menulis cerita-cerita lucu pada sekitar 1990-an. Selama ini orang banyak mengenal Yoyo sebagai Mukidi. "Kalau di kantor, masjid, atau pertemuan keluarga, saya ya dipanggilnya Pak Mukidi," ujar pria kelahiran 7 Februari 1954 itu.

4 Cerita lucu Radio Prambors

Yoyo sering mengirim cerita-cerita lucu dengan lakon Mukidi ke program Ida Krisna Show di Radio Prambors. 

5. Mukidi dari Cilacap 

Mukidi dikisahkan berasal dari Cilacap. Dia orang biasa dan mudah akrab dengan siapa saja. Mukidi punya karir biasa-biasa saja. Dia punya istri bernama Markonah serta dua anak, Mukirin dan Mukiran. Juga sahabat bernama Wakijan.

6. Kisah Mukidi telah dibukukan 

Kisah Mukidi telah dibukukan Yoyo pada 2010. Dia menerbitkan secara independen 40-50 ribu eksemplar. "Sekarang sudah habis, belum cetak ulang. Takitung-itung, mahal e," ujarnya dengan logat Jawa yang kental.

Pak Yoyo sebenarnya tak berniat mengomersialkan banyolannya. Dia rutin membuat cerita lucu sebagai pemanis saat presentasi ketika menjadi product manager.

7. Update di Facebook, blog lupa password 

Produktivitas Yoyo membuat banyolan tak berhenti meskipun dirinya belum berniat membuat buku lagi. Sebagai gantinya, dia kerap membagi karya-karyanya lewat media sosial. "Saya lebih sering update di Facebook. Soalnya lupa password blog itu," kelakarnya. Blog itu pun dibuatkan temannya yang bernama Ria Indah Sari. (gun/jpg) 

Berita Terkait