67 Napi Dapat Remisi

67 Napi Dapat Remisi

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:08
PENYERAHAN REMISI: Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyerahkan remisi khusus kepada napi usai upacara HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Rumah Tahanan Kelas II B Putussibau, kemarin (17/8). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Putussibau memberikan remisi kepada 67 narapidana (napi), di mana dari jumlah tersebut tiga terpidana langsung dinyatakan bebas. Rabu (17/8), Bupati Kapuas Hulu AM Nasir menyerahkan langsung surat keputusan remisi dari Kemenkum dan HAM, usai menjadi inspektur upacara dalam apel peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di halaman Lapas Putussibau.

 

Penyerahan keputusan remisi secara simbolis itu disambut haru oleh warga binaan Lapas Kelas II B Putussibau. Bupati meminta agar warga binaan di Lapas tersebut kembali ke masyarakat dengan berperilaku baik. Diharapkan dia agar mereka mampu mengambil hikmah serta hidayah, selama menjalani pembinaan, dengan berprilaku taat pada aturan yang berlaku. “Ambil hikmahnya, jangan mengulangi kesalahan-kesalahan yang lalu,” pesan Bupati.

 

Terhadap warga binaan yang dinyatakan bebas, tetapi yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa, dipastikan Bupati, akan ditangani oleh dinas teknis. “Saya sudah panggil Disnakertransos supaya segera ditangani, karena setelah keluar bukan menjadi tanggungjawab Lapas lagi,” ungkap Nasir di tempat yang sama.

Sementara, kepala Lapas Kelas II B Putussibau, Mulyoko, memastikan jika pemberian remisi kepada napi rutin dilakukan setiap hari-hari besar. “Setiap peringatan HUT Kemerdekaan, warga binaan menerima remisi, itu hak mereka. Remisi kami usulkan 67, yang turun 67 hanya dibagi, yang bebas langsung tiga orang, pidana umum 55 orang, kemudian terkait remisi PP 38 ada satu orang dan PP 99 tahun 2014 ada 9 orang,” ujar Mulyoko.

Dijelaskan dia bahwa kriteria warga binaan memperoleh remisi di antaranya berkelakuan baik, kemudian sudah menjalani tahanan hingga 6 bulan. Mulyoko juga menegaskan bahwa remisi yang diterima warga binaan tersebut tanpa syarat biaya yang dikenakan. Semua, dipastikan dia, diusulkan sesuai undang-undang yang berlaku. “Pemberian remisi sesuai aturan Kemenkum dan HAM,” ucapnya.

Salah seorang napi yang mendapat remisi bebas, Ahmadi, mengaku senang. Ahmadi sendiri terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), di mana dia divonis 7 bulan penjara. Kini dia bisa menghirup udara segar setelah dinyatakan bebas. “Saya bingung, keluar dari sini, apakah istri bisa terima saya lagi?” ucapnya lirih.

Bahkan, warga Desa Pala Pulau ini mengaku belum tahu kejelasan hubungannya bersama sang istri.  Ia berjanji akan menjadi suami yang lebih baik, demi keutuhan keluarganya nanti.

“Keluar dari sini, saya mungkin tempat adik saya dulu,” kata Ahmadi. Dia mengaku, selama menjalani masa hukuman di Lapas, bersama semua rekannya diperlakukan baik oleh para sipir Rutan. Bahkan, diakui dia jika para petugas tersebut selalu melakukan pembinaan kepada seluruh warga binaan. “Setiap Minggu kami diberi pencerahan keagamaan dan keterampilan, sehingga kami di sini (Lapas, Red) tak stres,” terang Ahmadi.(aan)

Berita Terkait