650 Kilogram Gula Ilegal Diamankan

650 Kilogram Gula Ilegal Diamankan

  Senin, 23 May 2016 09:30
ILEGAL: Kapolsek Bengkayang AKBP Bambang Irawan, S.IK bersama Kapolsek Ledo IPDA Tarminto saat menujukan hasil razia gula Ilegal di Mapolsek Ledo. POLSEK LEDO FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Sedikitnya 650 kilogram gula ilegal kembali diamankan petugas kepolisian daerah. Maraknya penindakan kasus barang ilegal di wilayah perbatasan negara belum memberikan efek jera kepada pelaku usaha nakal di wilayah hukum Polres Kabupaten Bengkayang.

Kejadian bermula pada saat razia rutin dilaksanakan oleh petugas kepolisian di setiap daerah. Razia barang ilegal di mulai pada pukul 05.00 wib sampai 08.00 wib, Minggu (22/5) di Mapolsek Ledo. 

Hanya berkekuatan enam personil yang dipimpin Kapolsek Ledo IPDA Tarminto, SH berhasil mengamankan satu unit mobil hilux KB 8465 K warna putih. Serta mengamankan seorang sopir kendaraan TG (37) asal Dusun Take, Kecamatan Jagoi Babang. Saat petugas melakukan pemeriksaan mobil terdapat 13 karung gula merek AAA buatan Malaysia dengan berat perkarung masing-masing 50 kilogram.

"Saat pemeriksaan dilakukan posisi gula tertutup dengan tabung gas kosong beraat 3 kg dan drum plastik kosong. Ia mengatakan gula ini di beli dari toko yang berada di Sarikin Malaysia menggunakan sepedamotor. Setelah terkumpul banyak gula ini akan dijual di daerah Samalantan," ucap dia, kepada media ini.

Dia mengatakan terlapor membeli gula ilegali seberat 50 kilogram dari Sarikin Malaysia dengan harga Rp 458 ribu. Setelah itu gula ilegal tersebut akan di jual ke wilayah kecamatan Samalantan dengan harga Rp 620 ribu perkarungnya. Atas pengakuan terlapor kejadian ini tetap diperoses oleh petugas kepolisian karena sudah melakukan penyeludupan barang-barang ilegal dari negara Malaysia.

Ia menuturkan setelah petugas kepolisian mengamankan pelaku. Pihaknya tetap akan melanjutkan penyelidikan terkait maraknya perdagangan ilegal. Sehingga kasus barang ilegal tersebut tidak kembali terulang lagi di wilayah hukum Polres Bengkayang.

"Kita akan tetap melakukan razia barang ilegal. Ini sudah menjadi tugas dan komitmen kita bersama dalam menindak tegas peredaran barang-barang ilegal yang masuk melalui jalur perbatasan negara. Kejahatan ini merupakan bagian dari kejahatan internasional karena terbukti menyeludupkan barang ilegal masuk ke wilayah keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuhnya.

Kapolres Bengkayang AKBP Bambang Irawan, S.IK menambahkan kasus barang ilegal masuk di wilayah perbatasan negara merupakan kejahatan internasional terselubung. Dikarenakan gula ilegal tersebut masuk tanpa melalui proses pemeriksaan lebih lanjut dari petugas di wilayah perbatasan negara. Sehingga kasus barang ilegal tetap menjadi perhatian kepolisian dalam memberikan pengamanan dan ketertiban kepada masyarakat.

"Saya sudah sampaikan sejak pertama kali masuk di wilayah Kabupaten Bengkayang, kami sudah berkomitmen akan menindak tegas pelaku usaha barang ilegal di wilayah hukum Kabupaten Bengkayang. Kasus ini akan tetap kami proses dan akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya saat mengamankan gula ilegal di Mapolsek Ledo bersama jajarannya.

Dia menyatakan tidak hanya kasus barang ilegal yang menjadi perhatian bagi petugas kepolisian di Mapolres Bengkayang. Namun kasus narkoba dan kasus kekerasan anak juga menjadi fokus perhatian anggota kepolisian. Sehingga petugas kepolisian daerah dapat memberikan perlindungan kepada semua lapisan masyarakat demi mewujudkan keamanan dan keteriban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita tidak main-main dalam penindakan kasus barang ilegal, narkoba dan kekerasan anak. Ini akan kami tidak tegas sesuai dengan peraturan dan perudang-udangan yang berlaku. Karena itu kami mohon dukungan dan kerjasama semua pihak agar bisa membantu kinerja kepolisian dalam melaksanakan dilapangan," ungkap Bambang belum lama ini menjabat sebagai Kapolres Bengkayang. (irn)

Berita Terkait