6 TON Gula Ilegal Ditahan

6 TON Gula Ilegal Ditahan

  Senin, 18 April 2016 10:02
ILEGAL: Anggota kepolisian menujukan truk bermuatan gula ilegal tertutup bibit sawit di Mapolsek Ledo. FOTO//AIRIN//PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Sudah kesekian kali petugas kepolisian menggagalkan peredaran gula ilegal melalui  jalur perbatasan negara. Namun pelaku usaha ilegal tetap saja berani masuk ke wilayah keamanan negara Indonesia. 

Padahal perbatasan negara sudah ada aparat keamanan TNI, Bea Cukai, Karantina dan kepolisian  yang mengawasi peredaran barang ilegal. Kapolres melaui Kabag Ops Kompol Painol menyampaikan bahwa belum lama ini petugas kepolisian menangkap sedikitnya 6 ton gula ilegal di Jalan Raya Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang.

"Barang bukti 120 karung gula ilegal kita amankan. Perkarung berat 50 kilogram. Satu unit mobil truk P 8020 WU dan satu orang sopir masih dalam tahap penyelidikan," tuturnya belum lama kepada media ini.

Dia mengatakan modus pelaku membawa gula ilegal dengan cara menutup gula dengan bibit kelapa sawit. Tujuanya untuk mengelabui petugas kepolisian di lapangan supaya tidak tertangkap.

Ia menuturkan dengan kepiawaian anggota dilapangan tetap saja tidak  kejahatan terungkap. Diduga gula ilegal tersebut berasal dari Jagoi Babang masuk melalui perbatasan negara dan akan di kirim keluar daerah Kabupaten Bengkayang.

"Kepada sopir belum bisa kita tetapkan sebagai  tersangka. Kasus ini masih kita dalami untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan pemilik modal gula ilegal dalam waktu dekat akan terungkap," mantan Kasat Nakorba Kabupaten Mempawah.

Kabag Ops Polres Bengkayang itu menyatakan barang ilegal merusak tatanan harga barang dipasaran nasional. Serta pelaku tindak kejahatan  barang ilegal tidak dikenakan pajak negara. Hal itu sangat merugikan keuangan negara dan memperlemah keamanan serta ketahanan negara.

Dia menyampaikan selain itu barang ilegal tidak terjamin kesehatan. Dikarenakan tidak melalui pemeriksaan badan karantina. Sehingga sangat mengancam kesehatan manusia.

Ia mengungkapkan apalagi barang ilegal jenis makanan minuman sangat berbahaya. Karena tidak diketahui dalam kandungan barang tersebut berbahaya atau tidak untuk kesehatan. Dikhawatirkan barang ilegal jenis makanan tersebut sudah kadarluarsa dan berpotensi menimbulkan penyakit kanker.

"Kami tetap selalu waspada dan komitmen menindak peredaran barang ilegal.  Ini kami laksanakan sudah menjadi tanggung jawab bersama.  Serta juga menjadi perintah Kapolda dan Kapolri untuk menjaga keamanan negara dari tindak kejahatan. Apalagi  bahaya narkoba selama ini sudah mengancam bangsa Indonesia," imbuh mantan Kapolsek Air Besar Landak. (irn)

Berita Terkait