6 Kehebatan Leicester yang Bisa Bikin Arsenal Menangis

6 Kehebatan Leicester yang Bisa Bikin Arsenal Menangis

  Minggu, 14 February 2016 16:07

Berita Terkait

CLAUDIO Ranieri telah membuat manajer-manajer di Liga Premier Inggris tertunduk malu. Mulai Jose Mourinho yang kini telah dipecat Chelsea, Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur), Juergen Klopp (Liverpool), hingga Manuel Pellegrini bersama City.

Kini tak menutup kemungkinan giliran Arsene Wenger dibuatnya “menangis” di depan para pendukungnya. Apalagi kini Leicester sedang dalam puncak percaya diri dan bertengger di puncak klasemen meninggalkan lawan-lawannya. 

Wenger pun harus waspada terhadap perubahan-perubahan gaya bermain Leicester yang semakin garang. Berikut 6 hal tentang kehebatan Leicester jelang kontra Arsenal:   

1. Leicester sudah sudah memiliki Shinji Okazaki yang nanti diperankan sebagai defensive forward. Tugasnya menghambat pengatur serangan utama Arsenal yang diperankan Mesut Oezil. Selain tugas utamanya untuk menopang Jamie Vardy.

2. Ketika Leicester mengalahkan City, Vardy terlihat begitu jauh di depan. Dia bebas bergerak. Hal itu berbeda saat  Leicester bentrokan melawan Arsenal di paro pertama dan kalah 2-5. Saat itu Vardy masih sibuk menjaga pemain lawan. Kini, tidak lagi.

3. Dengan kondisi Vardy yang begitu bebas, serangan balik Leicester akan lebih efektif. Vardy bisa dengan cepat berada dalam posisi, dan pelari cepat The Foxes -julukan Leicester- tinggal menopangnya kemudian. 

4. Dari sisi pertahanan, Danny Drinkwater dan N'Golo Kante begitu disiplin sebagai dua gelandang bertahan.

5. Lalu, Wes Morgan dan Robert Huth jarang sekali keluar dari zona penalti, kecuali saat sepak pojok berlangsung di area lawan. Kalau Leicester konsisten menggunakan cara itu, Arsenal akan mengalami kesulitan malam ini. Terlebih mengatasi serangan balik cepat ala Jamie Vardy dkk.

6. Kecepatan transisi bertahan ke menyerang ala Leicester bakal membuat Arsenal keteteran. 

''Itu yang harus kami antisipasi. Bedanya, sekarang kami main di rumah sendiri. Kekuatan penguasaan bola harus kami mainkan sama baiknya dengan membendung counterattack mereka,'' tutur Manajer Arsenal Arsene Wenger. (ren/ham/mas)

Berita Terkait