5.571 Guru Diujikompetensikan Serentak se-Indonesia

5.571 Guru Diujikompetensikan Serentak se-Indonesia

  Kamis, 12 November 2015 11:43
BERSAMA KADISDIK: Tim P4TK BMTI saat berbincang bersama kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Jusmadi, terkait UKG 2015, kemarin, di ruang kerjanya. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SAMBAS – Sebanyak 5.571 guru di Kabupaten Sambas, mulai jenjang TK hingga SMA, akan mengikuti uji kompetensi guru (UKG) sistem online secara serentak di seluruh Indonesia, secara bergelombang. Gelombang pertama dijadwalkan akan dilaksanakan sepanjang 9 – 18 November, sedangkan gelombang kedua, 19 – 26 November.

“Tujuan uji kompetensi guru tahun ini dimaksudkan salah satunya melakukan pemetaan terhadap kompetensi guru itu sendiri, yang mana nantinya hasil UKG akan digunakan oleh pemerintah, dalam menentukan kebijakan-kebijakan terhadap guru,” ungkap direktorat jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sumarna Surapranata Phd, melalui Aam Dayusman dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri  (P4TK BMTI) Bandung. Ketika itu Aam sedang bertemu dengan kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Sambas, Jusmadi, Rabu (11/11) di ruang kerja sang kepala dinas.

Uji kompetensi guru ini, menurut Aam, tak hanya diperuntukkan bagi guru PNS. Bahkan, dia menambahkan, guru honorer nantinya juga akan diikutsertakan dalam ujian ini, di tahun ini pula. Selain itu, melalui UKG ini, diharapkan dia, bisa menjadi acuan pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru, dalam bentuk kegiatan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan, seperti pendidikan dan pelatihan (diklat). Tahun 2015 ini, kata Aam, untuk Kalbar, UKG dilakukan bagi 52.465 guru. Untuk Kalbar, menurut dia, sebanyak 78 tempat lokasi pelaksanaan UKG, dengan ruang laboratorium sebanyak 83 tempat. Sedangkan untuk Kabupaten Sambas, disebutkan dia, diikuti 5.5710 peserta.

Pemetaan ini juga, dimaksudkan dia, untuk melihat gambaran dari nilai rata-rata hasil UKG.  Untuk target UKG, diungkapkan dia jika nilai rata-rata tahun ini naik dari tahun 2014, yakni 5,5. Padahal, dia menambahkan, sebelumnya hanya 4,7, bahkan hingga 5 tahun mendatang bisa menjadi rata-rata 8 di tahun 2019. “Artinya, ada proses untuk terus melakukan perbaikan. Bicara standar, angka 7 baru dikatakan standar. Tapi inilah proses, perlu dilakukan, sehingga kita mengetahui nantinya cara meningkatkan kualitas guru,” katanya.

Pada UKG ini, Aam mengimbau agar para guru tidak tergesa-gesa mengisi soal UKG. Kemudian, dia juga mengharapkan agar para guru tak beranggapan, hasil UKG ini bisa berdampak pada tunjangan profesionalitas guru.  “Inilah yang harus dipahami. Jangan sampai guru patah semangat melihat hasil UKG-nya. Perlu diingat UKG ini menjadi salah satu upaya Kemendibud, dalam rangka meningkatkan kualitas guru yang muaranya meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri,” katanya.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Jusmadi, mengungkapkan jika saat ini sejumlah guru telah mengikuti UKG sistem online gelombang pertama di empat zona se-Kabupaten Sambas, 9 – 18 November. Zona-zona yang dimaksudkan dia, di antaranya zona Sambas, Tebas, Pemangkat, dan Teluk Keramat. "Dalam UKG sistem online dihadiri tim dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri  Bandung," katanya.

Jusmadi menjelaskan jika UKG merupakan kegiatan ujian untuk mengukur kompetensi dasar tentang bidang studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content guru. Kompetensi dasar bidang studi yang diujikan, dipastikan dia, sesuai dengan bidang studi sertifikasi bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Bahkan, dia juga memastikan akan sesuai dengan kualifikasi akademik guru, bagi guru yang belum bersertifikat pendidik. "Kompetensi pedagogik yang diujikan adalah integrasi konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi dalam kelas," jelasnya. (har)