55 Calhaj Bertolak 20 Agustus

55 Calhaj Bertolak 20 Agustus

  Rabu, 3 Agustus 2016 09:30
PENGARAHAN: Para calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Kayong Utara ketika mengikuti berbagai arahan, terkait persipan sebelum mereka diberangkatkan, Senin (1/8) di Gedung Pertemuan Anugrah Sukadana. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat bersama Bagian Kesejahteran Sosial (Kesos) Setda Kabupaten Kayong Utara menggelar manasik kepada 55 orang calon haji (calhaj) wilayah Kabupaten Kayong Utara. Para tamu Allah tersebut akan segera diberangkatkan pada 20 Agustus mendatang melalui embarkasi Batam.

Bertempat di Gedung Pertemuan Anugrah, Senin (1/8), para calhaj tersebut dibina tenang tata cara pelaksanaan ibadah haji. Mereka diajarkan bagaimana menjalankan rukun Islam kelima tersebut, sesuai dengan rukun-rukunnya serta praktik melakukan ibadah yang sengaja dibuat mirip dengan keadaan di Tanah Suci. Harapan dari pelaksanaan manasik ini, dimaksudkan agar jemaah yang diberangkatkan tersebut tidak menghadapi kendala selama melakukan ibadah di Makkah.

Asisten I Setda Kayong Utara, Syarif Muzahar, saat hadir membuka kegiatan, mengatakan bahwa Pemkab bertanggung jawab akan penyelanggara ibadah haji tingkat kabupaten. Pemkab, menurut dia, juga terus berupaya bersungguh-sungguh menyempurnakan dan meningkatkan manajemen pelaksanaan perhajian Indonesia. Apa yang dimaksudkan dia tersebut meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan, dengan menyediakan fasilitas kemudahan, keamanan, dan kenyamanan yang diperlukan oleh jemaah haji, termasuk bimbingan manasik haji.

“Ibadah  haji adalah rangkaian ibadah yang cukup berat, karena ia memerlukan pengorbanan materi dan kesiapan mental yang memadai. Apalagi kondisi alamnya yang berbukit, padang pasir tandus, dan bahkan cuacanya yang sangat bervariasi. Kondisi tersebut merupakan perjalanan fisik yang mau tidak mau harus kita hadapi. Karena beratnya pelaksanaan ibadah haji tersebut  tentu saja memerlukan persiapan yang matang, baik dari segi pembinaan terhadap calon jemaah haji maupun petugas yang melayani jemaah, sejak dari pendaftaran hingga pemberangkatan dari tanah air sampai ke tanah suci Makkah, dan bahkan setibanya di tanah air atau di kampung halaman kembali,” terang Muzahar di hadapan para calon jemaah haji.

Selanjutnya Muzahar mengimbau kepada calhaj untuk dapat menjaga kondisi fisik mereka selama di Tanah Suci, dan memahami betul rangkaian ibadah yang dilakukan selama berada di sana,  demi kesempurnaan haji.

“Saya berharap agar semua calon jemaah haji  dapat memelihara kesehatan diri, baik jasmani maupun rohani, sehingga aktivitas ibadah haji terlaksana dengan baik dan menyeluruh. Pada kesempatan ini juga saya mengingatkan kembali bahwa dalam rangka lebih memahami arti dan makna mampu atau istitha’a, pemerintah secara terus menerus  berusaha untuk meningktakan kualitas jemaah haji supaya bisa mandiri. Dan yang lebih penting lagi, di samping mampu secara materi dan mental, juga faktor kesehatan yang perlu dikedepankan. Karena apa, itu semua diperlukan agar dapat memperlancar pelaksanaan ibadah haji dengan sempurna dan nantinya mudah-mudahan Bapak, Ibu, Saudara-saudari dapat menjadi haji mabrur,” tutupnya. (dan/humas)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait