51 Butir Ekstasi dan Sabu 30,9 Gram

51 Butir Ekstasi dan Sabu 30,9 Gram

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:03

Berita Terkait

SINGKAWANG—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Singkawang meringkus Lay Joni alias Achan (35) yang merupakan gembong narkoba Singkawang. Dari tangan Joni BNN berhasil menyita 51 butir ekstasi dan sabu seberat 30,9 gram.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN kota Singkawang AKBP Chrismas Siswanto saat memberikan keterangan persnya di kantor BNN Kota Singkawang Selasa (4/10) kemarin.

Penangkapan Joni ini berawal saat BNN mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya keberadaan pengedar narkoba di Jalan Pasar Turi bernama Joni.

Setelah mendapatkan informasi tersebut tim langsung melaporkan kepada kepala BNNK Singkawang yang diselanjutnya ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Berbekal perintah, tim dari BNNK Singkawang melaksanakan penyelidikan.

Akurasi informasi pun kembali dipastikan terutama keberadaan Joni. Pada Rabu 21 September sekitar pukul 19.00 wib tim yang dipimpin langsung AKBP Drs Chrismas Siswato M.Si ini langsung bergerak ke rumah Joni di Jalan Pasar Turi Dalam Nomor 32 RT 11 RW 4 Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat.

Di rumah Jono, Tim BNNK Singkawang melakukan penggledahan disaksikan oleh ketua RT setempat dan beberapa orang saksi. Disini, tim BNNK Singkawang menemukan barang bukti narkotika berupa 51 butir ekstasi warna coklat bergambar bulan sabit yang dimasukkan dalam kantung plastik transparan. Selain itu pihaknya juga menemukan 23 paket shabu dalam kemasan yang dibungkus plastik transparan yang diperkirakan beratnya 30,9gram.

“Barang bukti narkotika tersebut sebelum ditemukan disimpan di dalam tabung paralon plastik putih bertutup yang dimodif tersangka,” kata Kepala BNNK Singkawang.

Setelah itu, tim BNNK Singkawang langsung mengamanakan tersangka dan dibawa ke Kantor BNNK Singkawang dan selama penyidikan penahanan terhadap tersangka dititipkan di rumah tahanan Polres Singkawang.

Menurut AKBP Drs Chrismas Siswato M.Si tersangka mengakui sudah menjalankan bisnis terlarang ini sekitar enam bulanan, dimana seluruh barang narkotika dipasok dari Pontianak, namun tidak menutup kemungkinan dari luar seperti China atau perbatasan. “Ini juga akan kita dalami, termasuk Joni ini masuk jaringan mana akan kita dalami lagi, karena dia ini sudah tergolong bandar narkoba,” katanya.

Selain barang bukti berupa narkoba, BNN juga menyita uang tunai sebesar Rp 5.300.000, serta barang bukti lainya yang terkait penangkapan Joni ini. 

Tersangka dijerat tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika Gol 1 sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Minimal lima tahun ke atas ancaman hukumannya,” katanya.

Selain itu, berkas hasil penyidikan Joni nantinya akan BNNK Singkawang langsung limpahkan ke Kejaksaan Negeri Singkawang.

Kepada koran ini, tersangka mengatakan mengambil barang dari orang bernama Albert dari Pontianak. Biasanya pengiriman barang lewat kurir dan ia mengambilnya di jalan. “Untuk pemesanan via telpon dan pembayarannya langsung tetapi ada juga pakai transfer uang,” katanya. Namun ia berdalih tidak pernah bertemu Albert karena berhubungan dengan via telpon.

Untuk harga jual sebutir ekstasi ia mematok Rp180 ribu mengambil dari Pontianak Rp150.000, sehingga ia hanya mendapat keuntungan Rp 30 ribu. Sedangkan untuk sabu, ia menjual sekitar Rp200 ribuan.

Harga saat didatangkan dari Pontianak Rp180 ribu. Tersangka juga tak mengetahui persis jumlah gram sabu maupun jumlah butir pil ekastasi yang ia pasarkan. Yang jelas, ada pesanan maka barang akan dipesan dari Pontianak.

Untuk konsumen tersangka memilih bungkam, cuman ia mengatakan bahwa banyak pembeli dari jenis kelamin laki-laki sedangkan dari kalangan umur dan pekerjaan ia mengaku tidak tahu. (har)

Berita Terkait