5 Hari,Tak Dibebani PR

5 Hari,Tak Dibebani PR

  Rabu, 4 January 2017 09:28
FGD: Kadisdik H Nadjib dan beberapa lainnya membahas FGD, Selasa (3/12) kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Tiga Sekolah Terapkan FGD

SINGKAWANG-Tiga sekolah di wilayah kerja Dinas Pendidikan Kota Singkawang menerapkan Full Day School (FGD).

"Awalnyakan kita wacanakan enam sekolah. Tahun ini FDS diterapkan di SMAN 10 Singkawang, SMPN 16 Singkawang, dan SDN 27 Singkawang," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang H. Nadjib kepada koran ini usia launching FGD di SMAN 10 Singkawang Keluarahan Kuala Selasa (3/1) kemarin.

Tujuan penerapan FDS ini, kata dia, membangun pendidikan karakter yang menjadi bagian revolusi mental dengan mengintensifkan pendidikan keluarga.

"Salah satu ciri Full Day School ini menerapkan lima hari sekolah, Senin sampai Jumat," katanya. Sehingga siswa lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah, sedangkan Sabtu dan Minggu libur menjadi ajang anak dan orangtua bisa meluangkan waktu berkualitas bersama orangtuanya.

"Waktu Sabtu libur dan Minggu kita harapkan siswa berkumpul bersama keluarga," jelasnya.

Selain lima hari sekolah, kata dia, ciri sekokah FDS ini siswa tidak lagi dibebani pekerjaan rumah (PR), karena selama lima hari para siswa sudah tuntas dengan mengikuti rangkaian pembelajaran.

Penerapan FDS ini dinilai efektif dari segi operasional terutama penghematan penggunana sarana dan prasarana sekolah.

Ia juga mengharapkan penerapan FDS ini mata pelajaran yang diberikan ke siswa seefektif mungkin. Misalkan mata pelajaran kosentrasi tinggi diajarkan pagi hari, sedangkan yang lainya bisa diajarkan siang sampai sore.

Kepala Sekolah Mus'an S.Pd mengatakan penerapan FGD sudah disosialisasikan sebelumnya dengan orangtua siswa.

"Tentunya ada perubahan. Seperti hari sekolah lima hari dari Senin sampai Jumat. Untuk hari Jumat pembelajaran di kelas hanya sampai pukul 11.00 wibkatanya.

Untuk jadwal masuk sekolah dimulai 06.45 wib. Setelah itu siswa diajak menyanyi lagu-lagu nasional dan membaca, baru belajar sesuai mata pelajaran sebagiamana dijadwalkan.

Dalam FGD ini, kata Mus'an, siswa diberi waktu istirahat selama satu jam mulai pukul 11.45-12.45.

"Kegiatan mereka tetap di sekolah. Untuk makan siang beri keluasaan kepada siswa, seperti apakah bekal makanan, atau makan siang diantar orangtua ke sekolah bahkan masak sendiri di sekolah, karena ada usulan siswa ke saya bagaimana bawa penanak nasi, saya izinkan," katanya.

Karena saat istirahat ini, kata dia, siswa diharapkan menggunakan dengan maksimal seperti salat zhuhur, dan hal lainnya. Setelah itu siswa boleh pulang pukul 14.45 wib. Bagi siswa yang ikut ekstra kurikuler diberi waktu menjalani aktivitas mulai pukul 15.00 wib hingga 17.00 wib usai menjalankan salat asar.

"Sebelum pulang para siswa diminta menyanyikan lagu lagu daerah dipandu guru masing masing," jelasnya.

Kegiatan ekstrakurikuler diantaranya diisi bola voli, paskibra, seni musik, bulu tangkis, futsal, pramuka. 

Khusus hari Jumat, tambah dia, para siswa diminta membaca Al-Quran bagi berama muslim, sedangkan siswa beragama lain juga membaca kitab suci menurut agama yang dianut. "Untuk siswa siswi beraga Islam setiap dua kali dalam satu bulan sholat Jumatan di sekolah. Nantinya penerapan FDS ini akan kita evaluasi tiga bulan sekali," katanya.

Sementara itu, Seketaris Dewan Pendidikan (DP) kota Singkawang, Helmi Fauzi mengapresiasi kebijakan pusat yang diterapkan Dinas Pendidikan kota Singkawang. "Tentunya program yang dilakukan demi meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri, tentu dewan pendidikan mendukung," katanya.

DP menilai dari tiga dimensi waktu mulai masa lalu, masa sekarang, masa mendatang.

Dari sisi masa lalu (Pass Actions), DP menilai dinas pendidikan sudah baik dalam menjalankan arah pembangunan dunia pendidikan seperti melibatkan peran publik membangun pendidikan. "Seperti melibatkan dewan pendidikan dan komite sekolah bersama-sama merealisasikan program sekolah," katanya.

Dimasa sekarang, kata dia, adanya penerapan FDS, DP dsn komite sekolah siap memberikan masukan, saran demi perbaikan mutu pendidikan.

"Monitoring dan evaluasi akan kami lakukan sebagai wujud peran optimalisasi peran publik dalam membangun dunia pendidikan," katanya.

sedangkan dimensi mendatang (future pass), DP mengharapkan kebijakan yang ada mempersiapkan pelajar sebagai aset masa depan dari ancaman global seperti degradasi moral dan aksi kriminal.

"Makanya kita disini juga hadir dari Bimas Polres Singkawang dalam rangka mengawal bersama-sama pelajar kita untuk terus dibimbing agar tak terpengaruh hal-hal negatif," katanya. (har)

Berita Terkait