48 Pemuda Bahari Tiba di Sukadana

48 Pemuda Bahari Tiba di Sukadana

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:56

Berita Terkait

SUKADANA – Sebanyak 48 anggota Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) telah tiba di Sukadana, kemarin. Mereka akan melaksanakan program dari Pemerintah Pusat pada Sail Selat Karimata nanti.

Keberadaan mereka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai pelatihan yang akan diberikan kepada masyarakat di dua kecamatan di kabupaten ini. Pelatihan tersebut atas adanya kerja sama dari Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) bersama FPBI.

Para pemuda ini rencananya akan memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat nelayan. Dari mereka, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan nilai pendapatan ekonomi melalui hasil tangkapan, yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai olahan hasil laut yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Megenai hal ini, dikatakan sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kayong Utara, Hilaria Yusnani, kehadiran mereka ini akan melakukan berbagai pelatihan di dua kecamatan. Harapan dia agar apa yang telah disampaikan para pemuda tersebut kepada masyarakat dapat jauh lebih bermanfaat.

“Pagi tadi (kemarin, Red) kita melakukan penyambutan kepada Forum Pemuda Bahari Indonesia, yang nantinya mereka akan melakukan pelatihan di dua kecamatan, lima desa,” kata Sekda. Dua kecamatan yang dimaksud Sekda yakni Sukadana dan Kepulauan Karimata. Di Kecamatan Sukadana, para pemuda tersebut, menurutnya, akan ditempatkan di Desa Harapan Mulia dan Desa Sutera. Sedangkan untuk Kecamatan Kepulauan Karimata, yakni di Desa Betok Jaya, Desa Padang, dan Desa Pelapis.

Dijelaskannya, terkait pelatihan yang akan disampaikan para pemuda tersebut, di antaranya pengolahan ikan menjadi abon ikan hingga bakso ikan. Selain itu juga, warga, menurut dia, akan diajarkan bagaimana cara menyablon baju serta terbiasa mengganti solar dengan bahan bakar gas. Tidak hanya itu saja, Sekda juga mengungkapkan jika para pemuda tersebut akan melatih bagimana cara mengolah air asin menjadi air tawar. Paling tidak, dia berharap, dengan adanya salah satu pelatihan pengolahan air asin menjadi air tawar, menjadi solusi untuk kesulitan air bersih bagi masyarakat yang berada di kepulauan.

“Kalau untuk peralatan dengan merubah air asin menjadi air tawar saya rasa untuk Desa bisa menyediakannya. Karena alat tersebut cukup sederhana, dan sangat mudah ditemukan. Sedangkan nantinya FPBI dalam memperagakan kepada masyarakat akan mengunakan alat mereka yang telah dibawa untuk diperagakan,” sambung Hilaria.

Hilaria juga berjanji akan menindalanjuti melalui SKPD pemerintah, menyikapi kemampuan warga usai pelatihan nanti, bagaimana cara mengolah ikan menjadi abon maupun bakso. Harapan dia agar apa yang telah disampaikan tidak menjadi sia-sia begitu saja. “Mengenai hal ini tentunya pemerintah daerah sangat menyambut baik pelatihan tersebut. Apalagi program itu merupakan kerja sama dari Menhankam, berkerja sama dengan Pemuda Bahari Indonesia,” sambungnya.

Terkait hal ini, Sekda berharap dengan adanya pelatihan tersebut, dapat menjadi solusi, untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.  

Terpisah, ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) Andi Bahtiar, mengungkapkan sejumlah agenda mereka seperti melakukan pembinaan kepada masyarakat di daerah pesisir, khususnya para nelayan. Tujuan dari pembinaan tersebut, diharapkan dia, dapat meningkatkan nilai pendapatan ekonomi, melalui hasil tangkapan menjadi berbagai olahan hasil laut yang memiliki nilai jual.

 “Ini sudah kedua kalinya, pertama di Sail Tomini, dan ini Sail Selat Karimata. Jadi di Sail Selat Karimata ini kami ada lima desa yang dibina, ada delapan home industry yang akan dibentuk, tiga di Kepulauan Karimata, dua di Sukadana. Jadi kita mengadakan pelatihan pembuatan ikan Tenggiri, ada abon ikan, bakso ikan, itu yang masuk ke home industry sampai kepada pemilihan bahan, pembuatan, packing, dan manajemen usaha,” papar Bahtiar. Dia mengungkapkan sejumlah Program Pemuda Bahari untuk partisipasi Sail ini, berupa kemah pesisir pemuda bahari. Dalam kegiatan kemah pesisir tersebut dijelaskan dia terdapat program kampung nelayan mandiri. “Jadi kampung nelayan mandiri ini dengan konsep melatih keterampilan masyarakat dalam mengelolah hasil laut,” terang Bahtiar.

Lebih jauh ia menjelaskan,  mengenai kegiatan FPBI bekerja sama dengan Kemenhan, yang di bawah di Direktorat Bela Negara, yang mana kegiatan ini sudah berjalan di dua sail. “Rekomendasi kegiatan kami (FPBI, Red) ini berdasarkan kegiatan jelajah bahari nusantara yang  dilaksanakan  di Kayong ini, dan kegiatan ke mari kerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan Forum Pemuda Bahari Indonesia di bawah Direktorat Bela Negara,” sambungnya.

Mereka berharap kepada pemerintah setempat untuk dapat melanjutkan hasil kegiatan mereka kepada para nelayan ini ke depannya. Khususnya, harapan dia, dalam membantu bagaimana nelayan tersebut memasarkan olahan dari hasil laut mereka. Menurutnya, pemerintah setempat dapat membantu mengenalkan produk warganya dengan para tamu pemerintahan yang hadir ke Kayong Utara nanti.  “Harapan kami, sebelum kami (FPBI) pergi, setidaknya Pemda dalam hal ini Disperindag untuk menindaklanjuti untuk pengembangannya. Pemerintah harus juga ada kebijakan, hasil produksi ini, minimal itu menjadi oleh-oleh ketika pemerintah, SKPD, Pejabat Pemda Kayong keluar mereka bawa (oleh-oleh khas Kayong), begitu pula sebaliknya,” sarannya.

Selain itu, diungkapkan dia bahwa kehadiran mereka memiliki peran penting dalam program yang saat ini dilaksanakan. Khususnya, menurut dia, dalam memperkenalkan produk para nelayan, dan mencarikan pasar yang dapat menampung hasil olahan masyarakat. “Di Pontianak, FPBI Kalbar juga memiliki tanggung jawab nanti untuk menyalurkan kemasan pengrajin ini. Bagaimana mereka, FPBI Kalimantan Barat bisa mensuplai barang ini masuk ke tempat penjualan-penjualan atau pusat oleh-oleh yang terdapat di Kalbar,” tutupnya.

Mengenai forum mereka sendiri yang turut terlibat, meliputi Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Kalimanatan Timur, Jawa Timur, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (dan)   

Berita Terkait