40 Petugas Fardu Kifayah Digembleng

40 Petugas Fardu Kifayah Digembleng

  Selasa, 19 April 2016 09:15
///PELATIHAN: Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Syamsiah BA SH, saat membuka pelatihan fardu kifayah di Gedung UDKP Kecamatan Sungai Laur, Minggu (17/4). ISTIMEWA///

AUR KUNING – Sebanyak 40 orang petugas fardu kifayah di beberapa desa yang mayoritas penduduknya muslim di Kecamatan Sungai Laur, dilatih, Minggu (17/4). Mereka memperoleh pelatihan cara memandikan, mengafankan, dan menyalatkan serta menguburkan jenazah muslim dan muslimah yang meninggal. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Hj Utin Syamsiah BA SH, kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang.

Dalam sambutannya, Syamsiah mengungkapkan bagaimana pelatihan ini memiliki manfaat yang sangat besar. Para peserta, diharapkan dia, akan bertambah ilmu pengetahuannya tentang tata cara memandikan, mengafankan, dan menyalatkan, serta menguburkan jenazah umat muslim yang meninggal dunia.
Diakui Syamsiah, saat ini petugas fardu kifayah begitu kurang dan masih sangat terbatas jumlahnya. Oleh karena itu, dia menambahkan, Pemkab Kabupaten Ketapang pun sampai menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ketapang dan pemerintah kecamatan. Mereka setiap tahun menggelar pelatihan seperti ini di berbagai kecamatan. "Jumlah petugas fardu kifayah di kampung-kampung memang sudah berkurang dan terbatas jumlahnya. Ada yang meninggal dunia dan juga ada yg sudah uzur. Oleh karenanya kita latih petugas yang ada dan kader yang baru,” ujar Syamsiah menyampaikan sambutan Bupati.
Dalam sambutannya, dia menaruh harapan agar setelah pelatihan ini, di tengah masyarakat nanti para peserta dapat menerapkan ilmu pengetahuan serta mempraktikkan apa yang telah didapatkan. “Juga agar dapat menularkan ilmu pengetahuannya membina kader-kader baru petugas fardu kifayah ini,” pesan dia.
Sementara itu, kepala Kemenag Kabupaten Ketapang, Drs H Syarifendi, menegaskan jika fardu kifayah merupakan amalan wajib yang bersifat fardu ain. Artinya, dijelaskan dia, di antara umat Islam diwajibkan untuk memiliki pengetahuan tentang tata cara memandikan, mengafankan, menyalatkan, serta menguburkan jenazah sesuai tuntutan Alquran dan Alhadis. Dia juga berpesan kepada umat Islam, khususnya petugas fardu kifayah, untuk menyamakan persepsi tentang penanganan amalan wajib yang satu ini. “Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi kekeliruan yang kemungkinan terjadi akibat melemahnya pemahaman masyarakat tentang pelaksanaan fardu kifayah,” kata dia.
Ia berharap agar umat Islam senantiasa menjaga kerukunan umat beragama, yang dilandasi semangat toleransi, saling menghormati dan menghargai dalam mengamalkan ajaran agama. Umat diminta dia agar saling bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelatihan fardu kifayah tersebut berlangsung selama dua hari di Gedung UDKP Kecamatan Sungai Laur. Jumlah peserta sebanyak 40 orang, di mana masing-masing dari mereka sebanyak lima orang mewakili desa yang penduduknya mayoritas muslim. Nara sumber yang dihadirkan yakni Ustaz Al-Mahdi. (afi/ser)