4 Ton Gula Jiran Ditahan

4 Ton Gula Jiran Ditahan

  Selasa, 26 April 2016 09:06
TANGKAPAN : Satu buah truk gula ilegal diamankan kepolisian Polres kapuas Hulu. FOTO MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Jajaran kepolisian Polres Kapuas Hulu terus melakukan penertiban makanan dan minuman yang masuk secara ilegal dari Malaysia. Jumat (22/4) pekan lalu, empat ton gula ilegal asal Malaysia diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Polres Kapuas Hulu di Desa Buak Mau kecamatan Pengkadan.

Pada saat itu pelaku menjual tengah mengecer gula tersebut di jalur Jalan Lintas Selatan.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK melalui KBO Reskrim Polres Kapuas Hulu, Iptu Rizal, Senin (25/4) menceritakan, kronologis penangkapan.

Bermula dari informasi yang disampaikan masyarakat yang mengatakan ada aktifitas pengeceran gula ilegal yang berasal dari Malaysia kepada masyarakat diwilayah lintas selatan. Atas informasi itu, anggota Reskrim langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Dari informasi itu, ungkap dia, sekitar pukul 02.00 Wib dini hari anggota melakukan pemeriksaan dan ditemukan satu buah mobil engkel bermuatan gula ilegal. Indikasi barang itu berasal dari Malaysia. Gula tersebut sudah dibungkus dalam plastik yang bermuatan 1 kilogram. Itu dilakukan oleh pelaku sebagai upaya menghilangkan jejak agar tidak ketahuan jikagula yang ia bawa berasal dari Malaysia.

Rizal mengatakan, gula yang dibawa sudah dalam keadaan siap untuk diecerkan di Kapuas Hulu. Dari pengakuan tersangka yang berinisial J ini, dia baru pertama kali menjual gula ilegal.

“Berdasarkan pengakuan tersangka gula itu dari Sintang, namun berdasarkan pengamatan kami barang tersebut berasal dari Malaysia,” tutunya usai menunjukan bungkus ribuan bungkus gula dalam kemasan 1 kg.

Rizal mengaku penyidik belum bisa menentukan status gula ini apakah gula rafinasi atau konsumsi, sebab harus diteliti dulu di BPPOM. Untuk barang bukti yang diamankan satu unit mobil engkel dengan nomor polisi KB 8487 F, empat ton gula dan satu orang tersangka J. "Pada saat penangkapan, dimobil itu tersangka J dan satu anak buahnya tetapi yang anak buah itu tak kami tahan,” terangnya.

Karena anak buah J, hanya membantu distribusi. Pihaknya gencar melakukan antisipasi masuknya barang-barang ilegal masuk di Kapuas Hulu. Termasuk juga narkoba, menjadi perhatian serius Polri, mengingat selama ini sebagian besar narkoba datang dari negara tetangga Malaysia. "Saat kejadian saya tidak berada ditempat, Kasat Reskrim juga di Jakarta, kami tidak ada menutupi,” tuturnya.(aan)

Berita Terkait