4 Juni Pilkades Serempak

4 Juni Pilkades Serempak

  Sabtu, 6 February 2016 10:22
RAPAT KOORDINASI: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 4 Juni mendatang di lima kecamatan. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara dipastikan siap dalam menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di lima kecamatan se-Kayong Utara. Agenda akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni mendatang.

Berdasarkan ketentuan pasal 8 ayat (1) Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kayong Utara Nomor 11 Tahun 2015 tentang Pemilihan Serentak Kepala Desa, Bupati diharuskan membentuk panitia di tingkat kabupaten, dalam hal merencanakan, mengoordinasikan, serta menyelenggarakan semua tahapan pelaksanaan pemilihan, termasuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan dalam pemilihan.

Sebanyak 25 orang yang tergabung dalam Tim Panitia Kabupaten, mulai dari instansi Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Perempuan, dan Keluarga Berencana (PMPDPKB) Kabupaten Kayong Utara; Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kayong Utara, Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Kayong Utara, dan para kepala camat se-Kabupaten Kayong Utara menggelar rapat koordinasi. Rapat tersebut digelar pada 4 Januari lalu di Ruang Rapat Kantor Bupati. Mereka membahas kesiapan panitia dalam pelaksanaan seleksi pencalonan kepala desa, mulai dari persyaratan administrasi pencalonan, hingga tahap penetapan kepala desa terpilih nantinya.

Mengenai hal ini, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid selaku pembina dari kepanitian, menekankan tentang penyeleksian kelengkapan persyaratan administrasi yang harus dipertegas dan jelas arahnya. Selain melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian dan Surat dan Bebas Narkoba dari BNN, Bupati juga meminta adanya Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari dokter yang telah ditunjuk oleh panitia.

“Kita hadirkan psikiater dari Provinsi (Kalbar) ke Sukadana untuk menguji kejiwaan, untuk melengkapi surat keterangan sehat jasmani dan rohani para calon kepala desa. Jadi kepala desa terpilih nantinya tidak saja berbadan sehat, tetapi juga sehat jiwanya mengingat beban tugas yang di embannya cukup berat dengan dana desa yang besar untuk dikelolanya,” ucapnya.

Selaian itu, Bupati juga meminta peran serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pilkades Serentak nantinya, untuk dapat membantu membentuk panitia pengawas independen minimal tiga orang. Pengawas independen ini, menurut dia, bertugas untuk mengawasi, mulai dari pelaksanaan kampanye hingga perhitungan suara, agar tidak adanya penyelewengan atau kecurangan-kecurangan yang dibuat oleh calon kades maupun dari panitia penyelenggara. “Saya berharap, pada pilkades nanti, BPD dapat turut berperan serta,” tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait