38 Oknum Pembakar Lahan Ditangkap

38 Oknum Pembakar Lahan Ditangkap

  Sabtu, 27 Agustus 2016 10:21
KOORDINASI: Tim Satgas Darurat Bencana Asap di Kalbar berkorrdinasi sebelum melakukan observasi udara. Sejak 19 Agustus 2016, Kementrian Lingkungan HIdup dan Kehutanan bersama Tim Satgas Siaga Darurat BEncana Asap mengarahkan heli Bell 412 untuk memadamkan kebakarann lahan di Kalbar.

Berita Terkait

PONTIANAK—Sebanyak 38 orang yang diduga pembakar lahan diamankan Dandim 1207. Di antara puluhan oknum tersebut terdiri dari 37 berstatus petani tradisional, dan satu di antaranya seorang oknum dari sebuah perkebunan sawit di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya berinisial SR.

Dandim 1207, Kolonel Inf Jacky Ariestanto puluhan oknum yang ditangkap tersebut berdasarkan dari sejumlah barang bukti yang ada di lapangan dan berdasarkan keterangan saksi.

            “Mereka diperiksa, tapi belum tentu tersangka. Saat ini, dimintai keterangnan untuk mencari tersangka sebenarnya siapa. Tapi orang yang kita amankan dan kita serahkan kepada pihak kepolisian ada 38 orang,” kata Jacky, Jumat (26/8).

            Dandim mengatakan, awal bulan Agustus, kegiatan pembakar lahan yang dilakukan oleh oknum meningkat. Hal ini kata dia, mengingat persiapan masa tanam saat mendekati musim hujan. Dengan upaya membakar, dianggap bisa mengubah komposisi tanah.

            Jacky menyebutkan, dari 37 oknum yang sudah diamankan tersebut, kebanyakan dari petani tradisional dan oknum yang membakar lahan untuk perumahan. “Tiga  orang yang bakar untuk perumahan, itu di Pontianak selatan ada 10 hektare, mereka  sudah mengakui. Memang disitu lahannya tidak potensial untuk pertanian, tapi untuk perumahan,” ungkapnya.

            Wali Kota Pontianak, Sutarmidji kata dia bahkan sudah menegaskan. Barang siapa yang lahannya terbakar di wilayah kota Pontianak, maka selama tiga tahun lahan yang terbakar itu tidak akan mendapatkan izin mendirikan bangunan apapun.

            “Jadi percuma saja dibakar, karena selama tiga tahun juga tidak pernah mendapatkan izin untuk membangun di atas tanah itu dan akan dikenakan tipiring, tujuannya untuk mensubtitusi. Dari tipiring itu, dananya untuk membantu damkar swasta,” kata Jacky.

Untuk oknum dari sebuah perusahaan perkebunan sebut Jacky, lahannya terbakar lantara rerambatan api dari lahan milik warga. “Ini mungkin faktor kelalailan yang akan diproses pihak kepolisian. Seluruh oknum ini, kami tangkap kami serahkan ke polsek setempat,” ungkapnya.

Dandim belum mengetahui luas keseluruhan lahan yang terbakar. Sebab, saat ini masih terus dilakukan perhitungan oleh BKSDA Kalbar. Seingat dia, lahan terluas yang terbakar ada di Patok 50, Desa Rasau Jaya umum, hingga 50 hektare. Sementara lainnya, luasnya variatif.

            “Yang paling banyak dari warga dari Sui Raya. Paling rawan di kawasan Supadio. Kalau aktifitas penerbangan delay, pasti kalbar mengalami kelumpuhan. Saat ini tuga kami menjaga itu tidak terjadi,” tukasnya. (gus)

 

 

Grafis Rekapitulasi Penangkapan Karhutla Kodim 1207/BS

-Kormail 1207-02/Ptk Selatan Jumlah penangkapan 4

-Koramil 1207-05/Sui Raya jumlah penangkapan 13

-Koramil 1207-07/sungai kakap jumlah penangkapan 9

-Koramil 1207-06/sui ambawang jumlah penangkapan 3

-koramil 1207-08 teluk pakedai jumlah penangkapan 3

-koramil 1207-9/kubu jumlah penangkapan 3

-koramil 1207-11 sui ambawang 6

Jumlah 38 orang

Berita Terkait