38 Bayi Mengidap AIDS

38 Bayi Mengidap AIDS

  Jumat, 2 December 2016 09:22

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 38 bayi di bawah lima tahun dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Ini merupakan data terakhir Dinas Kesehatan Kalimantan Barat hingga Juni 2016.

“HIV pada bayi relatif beberapa tahun terakhir ini. Dulunya masih belum ada ditemukan. Sekarang masuk kategori ibu rumah tangga tertular,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Andy Jap saat diwawancara Pontianak Post, Kamis (1/12) siang. 

Tercatatnya pengidap HIV-AIDS mulai tahun 1994. Secara kumulatif hingga semester I 2016 sudah mencapai 5.688 jiwa. Dari jumlah itu yang sudah termanifestasi positif AIDS sebanyak 2.884 jiwa. Lalu jumlah korban meninggal dunia sudah mencapai 2.745 jiwa. 

Kemudian 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat semuanya sudah terpapar HIV-AIDS. Artinya setiap wilayah tersebut sudah ada penderita HIV-AIDS Positif. Untuk kelompok umurnya yakni di usia produktif 25-49 tahun. 

Sedangkan untuk media penularan saat ini lebih dominan para perilaku heteroseksual. Tercatat angka penularannya mencapai 2.800 kasus. Sedangkan penularan melalui jarum suntik hanya setengah dari jumlah tersebut. 

Untuk penggunaan jarum suntik tidak semata-mata dari narkotika melainkan juga secara medis. Termasuk juga masalah donor karena harus dilakukan screening untuk memastikan aman penggunaannya. 

Kemudian jika melihat wilayah, Kota Pontianak dan Singkawang masih urutan tertinggi dalam kasus HIV/AIDS. Di Pontianak sebanyak 2.644 kasus HIV positif dan 1.422 kasus AIDS. Sedangkan Singkawang sebanyak 1.586 kasus HIV positf dan 711 kasus AIDS. 

Lalu untuk tingkat kesadaran pelaporan kasus mengalami kenaikan. Sepanjang 2016 ada 16.000 pelaporan. Dari jumlah itu dilakukan tes kepada 15.000 pelapor. Hasilnya 400 dinyatakan positif HIV/AIDS. 

Andy mengajak semua pihak mengantisipasi sebaran virus ini. Sebab sebarannya sudah masuk dalam lingkungan rumah tangga. 

“Ini harus diantisipasi. Karena dari total sekian ternyata bayi yang mengidap HIV-AIDS sudah ada. Ini harus menjadi perhatian bersama,” kata dia mengingatkan.

Menurut Andy, peran yang dilakukan pihaknya ialah lebih mengaktifkan lagi pemeriksaan VCT. Untuk melakukan pemeriksaan konseling dan tes secara sukarela.

Karena itu bagi siapapun merasa HIV AIDS menjadi ancaman maka penting untuk memeriksakan diri. “Langkah ini sudah kami perluas dan perbanyak. Terutama di rumah sakit untuk lakukan pemeriksaan. Sedini mungkin jauh lebih baik diketahui ketimbang terlambat. Memang lebih baik lagi jangan terinfeksi,” jelas Andy.

Ia menilai langkah ini perlu dilakukan dengan alasan bisa mengurangi resiko penularan. Kemudian memperbaiki daya tahan tubuh ketika memang sudah dinyatakan positif mengidap HIV-AIDS. 

Hal yang sama pun untuk ibu hamil. Ia mengajak ibu hamil untuk secara komprehensif melakukan pemeriksaan. Sebab, jika dinyatakan positif HIV-AIDS maka bisa diberikan pengobatan sehingga mencegah penularan pada bayi.

“Bisa saja bayinya tidak positif HIV-AIDS jika sedari awal hamil sudah dilakukan pemeriksaan. Artinya diharapkan mau tak mau ibu hamil harus waspada,” pesannya. 

Komisi Penanggulangan AIDS Kalbar menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Aula Kodam XII/Tanjungpura, Kamis (1/12) pagi. Kegiatan ini diikuti ratusan anggota TNI AD di lingkungan Kodam XII/Tanjungpura.

Sekretaris Eksekutif KPA Kalbar, Toto Thaha Alkadrie mengungkapkan agenda ini digelar dalam rangka peringatan hari Aids Sedunia 1 Desember. Bertajuk mari kita berubah, masa depan gemilang tanpa penularan HIV/AIDS.

Menurutnya selama ini, berbagai pihak telah melakukan berbagai upaya dan pencegahan maupun penanggulangan secara pasif. Semua dilakukan untuk menekan virus HIV yang bisa terinfeksi dan mengganggu kekebalan tubuh pengidapnya.

“Di era globalisasi, baik secara langsung maupun tidak, mempunyai dampak yang besar. Majunya industri hiburan dan dunia maya semakin komplit menggoda seseorang untuk berperilaku tidak sehat,” katanya mengingatkan.

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Andika Perkasa yang di wakili Aster Kasdam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Jamaah mengatakan, AIDS merupakan jenis penyakit yang cukup meresahkan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Dari tahun ketahun perkembangan Orang dengan HIV/AIDS semakin tinggi. “Hal ini tentu menuntut masyarakat dunia untuk bersungguh-sungguh dan serius dalam menangani serta menanggulanginya,” katanya.(mse/bar)

Berita Terkait