34 Siswa Terpaksa Nginap di Sekolah

34 Siswa Terpaksa Nginap di Sekolah

  Selasa, 17 May 2016 10:48
Ujian Sekolah: Wabup memimpin proses evakuasi siswa yang akan melaksanakan ujian sekolah di SDN 11 Mempawah Hilir. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Mempawah tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat. Melainkan juga berdampak terhadap kegiatan pendidikan. Sebanyak 34 siswa yang sedang mengikuti Ujian Sekolah (US) di SDN 11 Mempawah Hilir terpaksa menginap di sekolah.

SDN 11 Mempawah Hilir yang terletak di Desa Pasir, menjadi salah satu sekolah yang terkena dampak banjir. Meski ditengah kondisi banjir, SDN 11 yang ditunjuk sebagai penyelenggaran dua ujian diwilayah Kecamatan Mempawah Hilir itu tetap menjalankan kewajibannya. Sebanyak 88 siswa dari SDN 11, SDN 12, SDN 14 dan SDN 15 menghalau banjir demi ke sekolah.

Demi memperlancar pelaksnaaan US, Pemerintah Kabupaten Mempawah pun turun tangan. Dipimpin langsung Wakil Bupati, Gusti Ramlana, pemerintah daerah mengevakuasi siswa yang rumahnya terendam banjir. Menggunakan mobil dalmas, sebanyak 18 siswa berhasil dievakuasi dan diantarkan ke sekolah.

“Ada 18 siswa yang rumahnya berada dilokasi banjir, harus dievakuasi agar bisa berangkat ke sekolah mengikuti ujian. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan baik dan lancar. Semua siswa bisa mengikuti ujian,” terang Ramlana, Senin (16/5) pagi.

Ramlana menyebut proses evakuasi yang dilaksanakan pihaknya untuk memastikan keamanan siswa yang berangkat ke sekolah. Sebab, dengan kondisi  banjir dikhwatirkan siswa mengalami hambatan dan kendala dalam perjalannya.

“Kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya, kita turun langsung untuk evakuasi dan memastikan siswa selamat sampai ke sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh, Ramlana mengatakan, banjir yang melanda wilayah Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir tampak semakin memuncak. Dari pantauannya, ketinggian air terus mengalami kenaikan dibandingkan kemarin sore.

“Mudah-mudahan besok lusa, ketinggian air semakin menurun dan banjir segera berlalu. Semoga saja dalam beberapa hari ini intensitas hujan tidak meningkat dan tidak terjadi pasang air laut,” harapnya.

Kepala SDN 11, Hermansyah menerangkan, banjir yang merendam wilayah itu tidak menghambat pelaksanaan US yang sedang berlangsung. Dari seluruh peserta, hanya 26 siswa dari SDN 14 yang harus di evakuasi. Karena lokasi sekolah berada dilingkungan paling parah terkena banjir.

“Kalau untuk siswa SDN 11 ada 8 orang yang rumahnya berada dilokasi banjir. Mereka memang terlambat sampai ke sekolah karena terhambat banjir. Sedangkan untuk siswa SDN 14 ada 26 orang yang rumahnya terkena banjir,” paparnya.

Terhadap kondisi itu, Hermansyah pun menerima saran dari Pemerintah Kabupaten Mempawah agar para siswa yang rumahnya terimbas banjir agar menginap di sekolah. Agar, siswa bisa fokus belajar dan mempersiapkan diri mengikuti ujian sekolah.

“Totalnya ada 34 siswa yang akan menginap di sekolah. Sejak hari ini hingga selesai ujian nanti, mereka akan menginap di sekolah. Selama menginap disini, mereka akan didampingi orang tua,” tuturnya.

Hermansyah berjanji akan memaksimalkan seluruh sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah untuk memberikan kenyamanan bagi para siswa yang menginap. Yang terpenting, siswa bisa tetap belajar mempersiapkan diri untuk menguti ujian sekolah.

“Jika dalam beberapa hari ini banjir sudah berlalu, maka anak-anak dipersilahkan pulang kerumah masing-masing. Kami pun berterimakasih kepada pemerintah daerah yang telah membantu proses evakuasi bagi siswa yang berada diwilayah banjir,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait